Dua Kali Selamatkan Korban di Laut, Kapal DSLNG Dapat Penghargaan dari Presiden Filipina

Dua Kali Selamatkan Korban di Laut, Kapal DSLNG Dapat Penghargaan dari Presiden Filipina

Presiden Filipina Rodrigo Duterte (tengah) menyerahkan penghargaan kepada Kapten kapal LNG Maleo Nobuyuki Mochizuki atas aksi penyelamatan terhadap tiga nelayan Filipina pada 2016 silam di Manila. (Foto dokumentasi DSLNG)

Transsulawesi.com, Banggai -- Pencarian korban kapal tenggelam KM Lintas Timur telah resmi dihentikan belum lama ini, dan dari 20 orang korban, satu diantaranya berhasil diselamatkan.

PT Donggi-Senoro LNG merupakan salah satu pihak yang turut serta dalam aksi penyelamatan tersebut di awal Juni 2019 dengan mengirimkan kapal cepat PB Dorang untuk mengevakuasi korban yang ditemukan MV Bayraktar berbendera Malta yang sedang melintas di perairan Teluk Tolo.

Aksi cepat tanggap dari DSLNG dengan mengirimkan kapal cepat PB Dorang untuk mengevakuasi korban, dan langsung memberikan bantuan medis di klinik Kilang Donggi Senoro sebelum dirujuk lanjut ke RSUD Luwuk, ternyata bukanlah aksi penyelamatan di laut yang pertama kalinya dilakukan.

Sebelumnya, pada 4 Agustus 2016 silam, kapal LNG Maleo yang bermuatan gas dari Kilang LNG di Desa Uso, Kecamatan Batui, menuju pelabuhan Oita, di Jepang juga pernah melakukan operasi penyelamatan tiga nelayan Filipina yang hanyut di Samudera Pasifik, 280 kilometer di Timur Pulau Mindanao, Filipina.

Aksi penyelamatan saat itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Filipina yang mana Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberikan penghargaan langsung kepada kapten kapal LNG Maleo Nobuyuki Mochizuki di Manila.

Maleo LNG merupakan kapal kargo DSLNG yang secara reguler mengangkut gas dari Kilang Donggi Senoro ke pembeli gas di Jepang yang dioperasikan Mitsui O.S.K. Lines, Ltd. Kapal Maleo LNG memiliki 35 kru yang terdiri dari warga Indonesia dan Jepang.

Seperti yang diketahui sebelumnya, KM Lintas Timur bermuatan semen dari Sulawesi Utara, menuju Morowali, Sulawesi Tengah mengalami kerusakan mesin dan tenggelam di perairan sekitar Banggai Laut awal Juni lalu.

Menurut Rahmat Azis Media Relations Officer DSLNG, dari 20 kru kapal, Yakub, seorang diantaranya, berhasil ditemukan oleh kapal MV Bayraktar yang sedang melintas setelah sekitar tiga hari mengapung tanpa makanan dan dalam kondisi kritis. MV Bayraktar kemudian mengontak ke daratan dan dijawab oleh radio operator  pelabuhan DSLNG yang sedang bertugas saat itu. 

DSLNG kemudian mengirim kapal cepat PB Dorang untuk mengevakuasi korban dan memberikan perawatan di klinik DSLNG sebelum dirujuk lebih lanjut ke RSUD Luwuk. (adv)