DSLNG Terus Monitoring Program Beasiswa 50 Siswa di Tiga Kecamatan

DSLNG Terus Monitoring Program Beasiswa 50 Siswa di Tiga Kecamatan

CSR Manager DSLNG Pandit Pranggana bersama para pelajar di Kecamatan Batui. (Dokumentasi: DSLNG)

Transsulawesi.com, Banggai -- Sebanyak 15 pelajar Sekolah Dasar (SD), 15 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 20 pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang telah diseleksi Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai menerima bantuan beasiswa dengan nilai total Rp 205 juta untuk biaya pendidikan satu tahun.

Paket bantuan beasiswa satu tahun kepada pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu ini merupakan sumbangan dari PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) untuk mendorong peningkatan dan kesetaraan pendidikan di wilayah operasi, dan mendukung kelancaran kegiatan Pemerintah Kabupaten Banggai.

Untuk memastikan program beasiswa PT Donggi-Senoro LNG berjalan sukses, DSLNG bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai melakukan monitoring dan evaluasi terhadap 50 penerima beasiswa di Kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo pada minggu pertama Maret 2019, dimulai Rabu (6/3).

Monitoring dan evaluasi berkala ini diikuti para siswa penerima manfaat bersama orangtua atau wali murid mereka yang bertujuan untuk memastikan Program Beasiswa DSLNG ini berjalan dengan baik, tepat sasaran penggunaannya, dan sesuai tujuannya mampu mendorong peningkatan prestasi siswa di sekolah.

CSR Manager DSLNG Pandit Pranggana mengatakan, program beasiswa ini merupakan salah satu dari program CSR di bidang pendidikan DSLNG telah berjalan sejak 2018 dan hanya diberikan untuk para pelajar berprestasi namun berlatar belakang dari keluarga kurang mampu.

Monitoring dan evaluasi bersama DSLNG dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini dilakukan setiap satu semester. Para siswa penerima dan orangtuanya akan ditanyakan peruntukan dana beasiswanya apakah benar peruntukkannya untuk membantu pendidikan dan peningkatan prestasi seperti untuk membeli buku, seragam sekolah, dan peruntukkan pendidikan lainnya.

Jika nantinya ternyata ada yang tidak sesuai peruntukkannya maka akan digantikan dengan siswa lainnya sebagai penerima. Sehingga,dengan adanya evaluasi dan monitoring ini, diharapkan program beasiswa benar-benar efektif dan tepat guna. (adv)