DSLNG Rayakan Kemerdekaan RI Dalam Semangat Kebhinnekaan

DSLNG Rayakan Kemerdekaan RI Dalam Semangat Kebhinnekaan

Lomba memindahkan karet gelang dengan sedotan. (DSLNG/Rahmat Azis)

Transsulawesi.com, Banggai -- Memperingati Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia, PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) menggelar upacara pengibaran bendera di lokasi Kilang DSLNG di Desa Uso, Kecamatan Batui, Jumat (17/8). Perayaan kemerdekaan diliputi semangat kebhinekaan dengan warna-warni baju daerah.

Upacara yang rutin digelar di area Obyek Vital Nasional (Obvitnas) ini, dihadiri oleh manajemen, karyawan DSLNG serta para pekerja dari perusahaan yang menjadi mitra bisnis, maupun petugas pengamanan Obvitnas dari Polri dan TNI.

Dalam sambutannya, Direktur Korporasi DSLNG Aditya Mandala yang menjadi inspektur upacara mewakili direksi menyampaikan bahwa sudah seharusnya kita semua bersyukur atas kemerdekaan yang kita miliki, dan mengenang jasa-jasa para pahlawan. Serta mengingatkan bahwa perjuangan masih harus terus dilanjutkan.

Adapun perjuangan di masa sekarang adalah perjuangan untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang agar tercapai tujuan dan cita-cita kemerdekaan, yakni menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Patut disyukuri dan dibanggakan pula bahwa DSLNG turut berkontribusi untuk pembangunan Indonesia, khususnya di Kabupaten Banggai dan Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam satu dekade terakhir ini, industri migas di Provinsi Sulawesi Tengah turut berkontribusi signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sesuai dengan tema HUT ke-73 RI yaitu, "Kerja Kita, Prestasi Bangsa", para pekerja diingatkan untuk mengisi kemerdekaan dengan mendukung pembangunan secara sungguh-sungguh, ikut serta turut aktif untuk bekerja, serta menjaga dan melestarikan pembangunan dan kedamaian yang sudah terwujud.

Karena kedamaian adalah hal yang utama untuk bisa melanjutkan pembangunan di segala bidang, termasuk mewujudkan visi DSLNG "Menjadi Penyedia LNG yang Aman dan dapat Diandalkan", dengan tetap mempedulikan masalah keselamatan kerja.

"Mari kita selalu saling mengingatkan bahwa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti 'Bersatu dalam perbedaan'. Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya dan agama, dan keragaman ini yang akan menjadi sumber kekuatan Bangsa Indonesia untuk tetap bersatu," katanya menutup sambutan.

Rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan diisi pula dengan sejumlah lomba setelah upacara antara lain lomba baju daerah, lomba memindahkan kelereng dengan sendok, lomba memindahkan sarung, dan lomba memindahkan karet gelang dengan sedotan.

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.