Ditpolairud Polda Sulteng Tangkap Pelaku Ilegal Fishing, 23 Penyu Berhasil Diselamatkan

Ditpolairud Polda Sulteng Tangkap Pelaku Ilegal Fishing, 23 Penyu Berhasil Diselamatkan

Ditpolairud Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam konferensi pers. (Foto: Istimewa)

Transsulawesi.com, Palu -- Ditpolairud Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) dibawah komando Kombes Pol. Indra Rathana, SIK, kembali berhasil menangkap pelaku ilegal fishing.

Kali ini, penangkapan riga pelaku ilegal fishinh didua tempat yang berbeda berhasil menyelamatkan 23 ekor penyu.

Hal ini disampaikan Dirpolairud Polda Sulteng, Kombes Pol. Indra Rathana, SIK, saat menggelar konferensi pers, Senin (09/12), di mako Ditpolairud Polda Sulteng, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu.

Indra menuturkan, Senin (02/22), jajarannya berhasil menangkap sebuah kapal tanpa nama yang diketahui menangkap ikan menggunakan racun kamanre diperairan Kabupaten Donggala yang dilakukan oknum warga Balukang, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, berinisial A dan J.

Karena membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan lingkungan, sebagaimana Undang-Undang (UU) nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan, A dan J terancam pidana penjara 6 tahun dan denda Rp 1,2 Milyar.

Sementara itu, pada Selasa (03/12), Ditpolairud Polda Sulteng kembali menangkap sebuah kapal tanpa nama diwilayah perairan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), yang dikemudikan oleh seorang nelayan dari Kecanatan Bulagi Selatan, Kabupaten Bangkep, berinisial R, yang diketahui telah membawa satwa yang dilindungi berupa 23 ekor penyu.

R diduga melanggar UU RI nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Indra menegaskan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka dan barang bukti saat ini telah diamankan di Mako Ditpolairud Polda Sulteng.

"Untuk 23 ekor penyu tersebut setelah proses penyidikan awal selesai akan segera dilepas kembali ke alamnya untuk menjaga agar habitatnya tetap lestari," tutup Indra. (dewi)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.