Ditikam Saat Kampanye, Capres Brasil Jair Bolsonaro Mendapatkan Perawatan

Ditikam Saat Kampanye, Capres Brasil Jair Bolsonaro Mendapatkan Perawatan

Calon Presiden (capres) Brasil Jair Bolsonaro ditikam di bagian perutnya saat sedang berkampanye di negara bagian Minas Gerais, sebelah Tenggara Brasil. (riotimesonline)

Transsulawesi.com, Brazil -- Calon Presiden (capres) Brasil Jair Bolsonaro ditikam di bagian perutnya saat sedang berkampanye di negara bagian Minas Gerais, sebelah Tenggara Brasil. Putra dari politisi sayap kanan itu, Flavio Bolsonario, memastikan jika kondisi ayahnya baik karena hanya mengalami luka ringan.

"Lukanya tidak parah, dia baik-baik saja," kata Flavio seperti dikutip AFP, Kamis (6/9).

Melalui berbagai tayangan televisi lokal, Bolsonaro tampak kesakitan saat ditusuk dan jatuh ke pelukan orang-orang yang ada di sekitarnya saat kampanye.

Bolsonaro disebut-sebut menjadi salah satu kandidat capres yang diperhitungkan pada pemilihan presiden Brasil Oktober mendatang.

Pernyataan Bolsonaro dikenal berani, salah satunya meminta agar polisi langsung menembak mati penjahat dan pedagang obat-obat terlarang. Mantan perwira militer itu juga sempat menarik perhatian atas komentarnya yang bernada rasis dan homofobia.

Kepolisian Brasil menahan pria yang diduga pelaku penusukan calon presiden Brasil, Jair Bolsonaro, Kamis (7/9). Pria itu diketahui bernama Adelio Bispo de Oliveira dan diduga menderita gangguan jiwa.

Kepolisian federal melaporkan Oliveira ditangkap tak lama setelah menusuk Bolsonaro sebanyak tiga kali di tengah kerumunan massa saat berkampanye di Juiz de Fora, kota di tenggara Brasil, pada Kamis siang.

Kepolisian hingga kini masih memeriksa Oliveira. Otoritas keamanan juga belum bisa menyimpulkan motif penyerangan meski pria 40 tahun itu tercatat pernah berafiliasi dengan salah satu partai sosialis kiri Partai Sosialisme dan Kebebasan dari 2007-2014.

"Sampai saat ini, kami belum tahu apakah insiden ini bermotif politik atau tidak," ucap juru bicara kepolisian lokal di Juiz de Fora, Vitor Albuquerque, seperti dikutip Reuters.

Namun, video pemeriksaan polisi menunjukkan Oliveira mengaku melakukan aksinya karena "diperintahkan Tuhan."

Dokter memaparkan ketiga tusukan itu cukup dalam hingga mengenai hati, paru-paru, dan usus pria 63 tahun itu.

Saat ini, kondisi Bolsonaro dikabarkan stabil meski mengalami luka cukup serius hingga memaksanya menjalani serangkaian operasi.

"Ia kehilangan banyak darah, (kami) telah tiba di rumah sakit...nyaris mati. Dia tampak sudah stabil sekarang," kicau anak Bolsonaro, Flavio Bolsonaro lewat akun Twitter-nya.

Meski sudah stabil, Bolsonaro masih harus melalui proses pemulihan selama kurang lebih dua bulan. Dia diperkirakan tidak bisa mengikuti sisa masa kampanye sebelum pemilihan umum digelar Oktober mendatang.

Bolsonaro dikenal sebagai capres dengan pernyataa-pernyataannya yang berani. Ia bahkan meminta agar polisi langsung menembak mati penjahat dan pedagang obat-obat terlarang.

Dalam berbagai jajak pendapat, Bolsonaro berada di posisi kedua di antara tiga kandidat. Ia mengungguli Fernando Haddad, meski masih kalah dengan mantan Presiden Luiz Inacio Lila da Silva. (Zul)

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.