China Investasi Rp3 Triliun di Sulawesi Tenggara

China Investasi Rp3 Triliun di Sulawesi Tenggara

Great Wall Group Holdings Company Limited yang merupakan investor dari negeri tirai bamboo China akan menanamkan investasi Rp3 triliun di Sulawesi Tenggara. (minergy-news)

Transsulawesi.com, Banggai -- Great Wall Group Holdings Company Limited yang merupakan investor dari negeri tirai bamboo China akan menanamkan investasi Rp3 triliun di Sulawesi Tenggara.

Investor asal China tersebut telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (15/10).

Gubernur Sultra Ali Mazi mengapresiasi keseriusan investor China dalam berinvestasi di wilayahnya. "Selaku pemerintah daerah, tentunya kami menyambut baik, kami ucapkan terimakasih mudah-mudahan kerja sama ini mendatangkan keberkahan bagi kedua negara," katanya seperti dikutip dari Antara, Selasa (16/10).

Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas mengatakan dana Rp3 triliun dari China Great Wall Group Holdings Company Limited nantinya diinvestasikan di sektor energi sumber daya mineral atau pertambangan, kelautan dan perikanan, pertanian/perkebunan, pariwisata dan kehutanan.

Ia yakin investasi perusahaan China tersebut nantinya akan memberikan dampak ekonomi besar bagi daerah.

Keyakinan ia dasarkan pada keberadaan mantan pejabat negara, seperti; eks Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri dan Dewan Pertimbangan Presiden (watimpres) Agung Gumelar di jajaran kursi komisaris perusahaan tersebut.

"Dengan nilai investasi awal sekitar Rp3 triliun tentunya ini akan lebih mendorong pemanfaatan sumber daya alam Sultra secara optimal sehingga diharapkan bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.

Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Sultra Harmin Ramba mengatakan kesepakatan yang telah dijalin antara Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara dan  China Great Wall Group Holdings Company Limited tersebut merupakan pintu awal dalam pengembangan investasi di berbagai sektor unggulan yang dimiliki wilayahnya.

"Yang jelas kami sudah membuka langkah awal melalui MoU ini, tinggal kami menunggu pada sektor apa dari kerja sama ini akan segera direalisasikan," katanya.

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.