Carut Marut Kinerja KPU Banggai, Perwakilan Ketua Partai Desak Pencoblosan Ulang

Carut Marut Kinerja KPU Banggai, Perwakilan Ketua Partai Desak Pencoblosan Ulang

Ketua DPD Partai Golkar Banggai Samsul Bahri Mang bersama perwakilan partai politik lainnya menyerahkan tuntutan kepada Komisoner KPU Banggai, di kantor KPU Banggai, Sabtu (20/4/2019). (Foto: Istimewa)

Transsulawesi.com, Luwuk -- Beberapa pimpinan partai politik Kabupaten Banggai mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), khususnya di Dapil I dan IV. Hal tersebut disampaikan saat pertemuan antara Komisioner KPU, Bawaslu Banggai, dan Pimpinan Partai di kantor KPU, Sabtu (20/4/2019).

Pemunggutan suara ulang yang didesak oleh pimpinan partai dikarenakan kinerja KPU yang tidak profesional sehingga menyebabkan lambatnya distribusi logistik Kotak Suara dan Surat Suara yang berujung pada carut marutnya proses pemilu pada 17 April.

Sebelumnya, ketua DPD Partai Golkar Banggai, Samsul Bahri Mang meminta kepada KPU Banggai untuk menunda pencoblosan didaerah yang mengalami kendala distribusi logistik KPU Banggai. Menurutnya beberapa faktor yang menyebabkan pemilu 2019 ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Samsul Bahri Mang meragukan soal keamanan surat suara. Selain itu juga, saksi-saksi dari semua partai bisa tidak efektif.

“Kami dari perwakilan dari partai-partai peserta pemilu, menyatakan untuk penundaan pemilu hari ini untuk daerah yang belum terdistribusi losgistik surat suara,” ujarnya.

Namun yang lebih penting, menurutnya kurangnya partisipasi pemilih yang hanya mencapai di bawah 50 persen di Dapil I dan IV patut menjadi hal krusial yang perlu diperhatikan.

“Karena keterlambatan logistik dari KPU, belum tentu yang datang memilih akan sama jumlahnya dengan hari ini,” ujarnya saat berada di kantor KPU Banggai Rabu, (17/4/2019) lalu.

Komisoner KPU Banggai lainnya, Supriadi Lawani, menyatakan, pihaknya belum bisa memberikan jaminan dilakukan PSU. Sebab, yang menentukan adalah KPU RI. “Kami berupaya berkordinasi dengan pihak KPU RI,” tuturnya di kutip dari Luwuk Post.

Sementara itu, Bawaslu sangat menyesali carut marutnya Pemilu 2019 di Kabupaten Banggai. Kata dia, mestinya tidak terjadi. Untuk itu, pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi atas persetujuan Bawaslu Sulteng dan Bawaslu RI. (mhr)