Caleg Tersangka Korupsi Dana Gempa NTB Segera Disidang

Caleg Tersangka Korupsi Dana Gempa NTB Segera Disidang

Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah pascagempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8/2018). Gempa bumi bermagnitudo 7 mengguncang Lombok, Minggu (5/8/2018) malam.(ANTARA FOTO/ AHMAD SUBAIDI) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Magnitudo 7,0 Jadi Gempa Terbesar Dalam Sejarah Lombok", https://regional.kompas.com/read/2018/08/08/14024381/magnitudo-70-jadi-gempa-terbesar-dalam-sejarah-lombok. Penulis : Kontributor Bandung, Agie Permadi Editor : Aprillia Ika

Transsulawesi.com, Banggai -- Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), melimpahkan berkas perkara tersangka H Muhir ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram.

Caleg DPRD Mataram dari Partai Golkar itu diduga menerima jatah fee dari dana rehabilitasi SD dan SMP di Kota Mataram yang rusak akibat gempa yang mengguncang NTB beberapa waktu lalu.

Dengan pelimpahan berkas ini, Muhir dijadwalkan akan menjalani sidang perdana pada Selasa (16/10).

"Pagi tadi berkasnya dilimpahkan ke pengadilan dan sudah ditetapkan untuk agenda sidang perdananya Selasa depan," kata Kajari Mataram I Ketut Sumedana di Mataram, Rabu (10/10) dikutip Antara.

Humas Pengadilan Tipikor Mataram Fathurrauzi membenarkan pihaknya telah menerima berkas perkara Muhir pada Rabu pagi, dan perkaranya telah teregister dengan Nomor 23/Pid.Sus-TPK/2018/PN Mtr.

"Berkas perkaranya sudah diterima dan ketua pengadilan sudah mengeluarkan surat penetapan susunan majelis hakim yang akan menyidangkan perkaranya," ujar Fathurrauzi.

Dalam kasusnya, Muhir dijerat dengan Pasal 11, Pasal 12b, dan atau Pasal 12e Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Untuk diketahui, mantan anggota DPRD Kota Mataram, H Muhir, terjaring dalam OTT Kejaksaan negeri Mataram pada Jumat (14/9). Muhir diciduk karena diduga menerima fee Rp30 juta dari proyek rehabilitasi SD dan SMP pascagempa senilai Rp4,2 miliar.

Dia tertangkap tangan menerima uang tunai Rp30 juta dari Kadis Pendidikan Kota Mataram H Sudenom yang didampingi seorang kontraktor berinisial C.

Uang tersebut diduga jatah yang diminta Muhir setelah anggaran proyek rehabilitasi SD dan SMP pascagempa disahkan dalam pembahasan APBD-P Kota Mataram Tahun 2018.

Muhir diketahui tetap masuk ke dalam Daftar Caleg Tetap (DCT) DPRD oleh KPU Kota Mataram, NTB. Dia merupakan Anggota DPRD Mataram 2014-2019. 

CNN Indonesia

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.