Cabuli Anak Kandung, Warga Desa Pangkalaseang Diamankan Polsek Balantak

Cabuli Anak Kandung, Warga Desa Pangkalaseang Diamankan Polsek Balantak

HP (39) warga Desa Pangkalaseang, Kecamatan Balantak Utara, kini telah diamankan jajaran Kepolisian Sektor Balantak, Sabtu (2/3) atas laporan pencabulan. (Foto: Polres Banggai)

Transsulawesi.com, Banggai – Nasib malang menimpa FP (18) yang menjadi korban pencabulan. Ironisnya pelaku pencabulan adalah ayah kandungnya sendiri HP (39).

HP (39) warga Desa Pangkalaseang, Kecamatan Balantak Utara, kini telah diamankan jajaran Kepolisian Sektor Balantak, Sabtu (2/3) atas laporan pencabulan.

Kapolres Banggai AKBP Moch. Sholeh SIK, SH, MH, melalui Kapolsek Balantak Iptu Makmur SH, mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi sejak setahun lalu.

Peristiwa itu diketahui setelah korban melaporkan aksi bejat pelaku kepada aparat Desa Pangkalaseang, karena tidak sanggup lagi.

“Aksi bejat itu pertama kali dilakukan pada bulan juli tahun 2018 lalu di rumah pelaku,” ungkap Kapolsek.

Iptu Makmur mengakatakan, pelaku melakukan aksi bejatnya dengan modus meminta korban untuk memijat kaki pelaku yang kemudian langsung mencabuli korban dengan paksa. Pelaku juga mengancam akan membunuh ibu dan adiknya.

“Bahkan pelaku mengancam korban dengan kalimat “Kalau kamu kasih tau orang, maka kamu saya pukul dan akan bunuh semua adik dan ibumu,” terang Iptu Makmur.

Kapolsek menuturkan, bahwa tersangka melakukan aksi bejatnya sebanyak 5 kali di dapur belakang rumah pelaku dengan waktu yang berbeda.

“Karena pertimbangan keamanan, pada Minggu (3/3) kemarin pelaku kami titipkan di ruang tahanan Mapolres Banggai,” ujar perwira dua balak tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku diberikan pasal 81 dan pasal 82 undang-undang Republik indonedia nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Dengan hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Denda sebanyak Rp. 5 Miliyar,” tandas Kapolsek. (sam/Humas Polres)