Bupati Morowali Utara Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Lahan

Bupati Morowali Utara Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Lahan

Bupati Morowali Utara Ir Aptripel Tumimomor. (Foto: mediaemiten)

Transsulawesi.com, Morut -- Bupati Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Atripel Tomimomur, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipkor) Polda Sulawesi Tengah. Hal itu berdasarkan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) Nomor 66/X/20/18/Disreskrimsus yang dikeluarkan Direktur Reksimsus Polda Sulteng, Kombes Pol Arief Agus Marwan, S.I.K, MT., selaku penyidik.

Dalam SPDP tersebut tercantum penetapan Atripel sebagai tersangka sejak bulan Oktober 2018 terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah tahun 2016 sebesar Rp 2.925.000.000 dan tahun 2017 sebesar Rp 4.642.680.715, yang berlokasi di Desa Korolama, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, untuk lokasi perkantoran Kabupaten Morowali Utara.

Dokumen SPDP tersebut juga mencantumkan penetapan tersangka terhadap Atripel dalam perkara ini karena diduga telah mengakibatkan kerugian negara, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Informasi yang diperoleh paluposo.com terkait perkara yang melibatkan Atripel, penyidik Tipikor Polda Sulawesi Tengah telah memanggil 35 saksi untuk dimintai keterangan. Namun, tindak lanjut mengenai penanganan perkara tersebut belum jelas.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng, AKB Hery Murwono S.S.T, MK., juga  membenarkan terkait penetapan Atripel sebagai tersangka.

Hery menjelaskan bahwa penanganan perkara tersebut sudah memasuki tahap penyidikan. “Masih Sidik, pak,” ujarnya dihubungi, Selasa malam (5/2).

Sebagaimana diketahui, Atripel Tumimomor sudah menjalani pemeriksaan di ruangan Subdit III Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tengah, Senin (17/9/2018).

Pemeriksaan terhadap Bupati Morowali Utara itu diduga terkait proyek pembebasan lahan rencana lokasi perkantoran Pemerintah Kabupaten Morowali Utara di Desa Karolama, Kecamatan Petasia, seluas 46 hektare dengan biaya ganti rugi mencapai Rp 9,5 miliar.

Direktur Reskrimsus Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol. Arief Agus Marwan, melalui Kasubdit III AKBP Teddy Salawati, SH., membenarkan jika saat itu pihaknya sudah memeriksa Atripel.

Kumparan