Beberapa Program CSR DSLNG Pengembangan Ekonomi Kelompok Nelayan di 2017

Beberapa Program CSR DSLNG Pengembangan Ekonomi Kelompok Nelayan di 2017

Corporate Communication Manager DSLNG, Thamrin Hanafi bersama 3 kelompok nelayan. (Foto: Transsulawesi)

Transsulawesi.com, Bangai -- Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) berkomitmen untuk meningkatkan kemandirian masyarakat di wilayah binaannya dengan mengembangkan potensi setempat,   salah satunya adalah potensi laut dan maritim, khususnya perikanan dan hasil laut lainnya.

Sepanjang tahun 2017, DSLNG dalam pelaksanaan programnya bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat lokal di seputar wilayah operasi perusahaan.

Program pengembangan diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kelompok-kelompok. Pengembangan melalui kelompok dilakukan karena lebih efektif dan efisien dibandingkan individu dan golongan.

Langkah awal dalam pengembangan program ini adalah melalui  kegiatan  pemetaan  masalah. Pada  tahun 2014, DSLNG melakukan kerjasama  dengan salah satu kementerian/lembaga yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  (BPPT),  untuk melakukan survei   dan kajian lapangan dalam rangka mengidentifikasi kondisi awal sosial ekonomi dan biofisik perairan di wilayah Kabupaten Banggai dan  masyarakat pesisir nelayan.

Berikut program CSR DSLNG Pengembangan Ekonomi Kelompok Nelayan sepanjang 2017 yang berhasil dirangkum Transulawesi.com :

Infrastruktur

- Perbaikan pasar ikan tradisional Batui dan Samadoya Kintom

- Perbaikan sanitasi dan saluran air di Pasar Kecamatan Batui dan Kecamatan Kintom

- Perbaikan akses jalan menuju pasar Batui di Kecamatan Batui

- Penyediaan sarana penerangan  pasar dengan teknologi penerangan menggunakan  sumber tenaga matahari

- Hibah Mesin Pendingin (cold storage) Kapasitas 20 Ton

Pelatihan Kelompok Nelayan   

- Pelatihan administrasi pengembangan kelompok dan Perikanan              

- Pelatihan penggunaan  teknologi alat tangkap dan alat pencari ikan seperti GPS dan fish finder, membaca peta laut      

- Pelatihan Pengenalan sumber daya kelautan dan navigasi         

- Pelatihan penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan di laut (P3K)       

- Pelatihan Pengolahan hasil laut              

- Pelatihan dan Sekolah Lapangan keramba jaring apung dan budidaya air tawar               

- Pelatihan pembuatan dan perbaikan alat tangkap         

- Pelatihan pembuatan pelet untuk ikan budidaya           

Bantuan Peralatan dan Perlengkapan Alat Tangkap

- 116 unit mesin perahu kapasitas 9-30 PK

- 20 unit perahu katinting

- 3 unit kapal besar kapasitas 1-3 Ton     

- 31 unit alat pencari ikan (GPS dan fish finder)  

- 120 unit alat pelampung  terdistribusi

- 36 unit kotak pendingin (cool box)

- 24 lembar peta laut     

- 24 kotak P3K   

- 2 lokasi demplot budidaya ikan air tawar dan Keramba jaring apung

Penguatan Kelembagaan dan Jaringan

- 26 kelompok nelayan terfasilitasi legalitas

- 10 nelayan terfasilitasi studi banding nelayan dan perikanan ke Denpasar, Bali 

- 3 kelompok nelayan terfasilitasi mendapatkan kartu nelayan

- 2 kelompok nelayan terfasilitasi mendapatkan kartu asuransi jiwa nelayan

- 1 unit koperasi Perikanan terbentuk yang mewadahi 26 kelompok nelayan

Corporate Communication Manager DSLNG, Thamrin Hanafi yang lama bergelut di bidang pengembangan CSR (Corporate Social Responsibility) mengatakan bahwa perhatian terhadap nelayan merupakan program perusahaan pada upaya pengembangan masyarakat.

“Program di donggi senoro itu tidak di titik beratkan pada pemberdayaan, tapi pengembangan masyarakat,” ungkapnya. (mhr)