Banjir Bandang Terjang Sigi, 707 Warga Mengungsi

Banjir Bandang Terjang Sigi, 707 Warga Mengungsi

Banjir bandang menerjang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis malam (12/12). (Foto: Istimewa)

Transsulawesi.com, Sigi -- Banjir bandang menerjang Dusun III Pangana, Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis malam (12/12). Peristiwa yang terjadi pukul 18.30 WITA mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Sementara, untuk para korban selamat untuk saat ini sudah diungsikan di tempat yang lebih aman dan jauh dari titik banjir bandang.

Informasi dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sigi menyebutkan sampai dengan pukul 20.00 WITA, hujan mulai reda dan seluruh pengungsi yang masih di lokasi pengungsian belum dapat kembali ke rumah. Data PRB menguraikan korban bencana banjir Sigi yang mengungsi terdata 218 Kepala Keluarga (KK) atau 707 jiwa.

“Semua korban selamat saat ini sudah di tempat pengungsian,” kata Ketua PRB Kabupaten Sigi, Syaiful Taslim, Kamis malam (12/12).

Data sementara kata Syaiful, dari data yang dihimpun PRB Kabupaten Sigi, untuk data rumah rusak ringan tercatat 50 unit dan rusak berat 7 unit.

Sementara, untuk pengungsian para korban banjir tersebar di empat titik, masing-masing 2 unit di gedung SD BK Desa Bolapapu, 10 unit di huntara Desa Bolapapu, 15 unit Rumah Warga Desa Bolapapu, dan satu unit di Rumah Dinas Camat.

Adapun jenis bantuan mendesak yang dibutuhkan pengungsi berdasarkan asumsi data jumlah penduduk desa di antaranya: beras 235 kilogram per hari, sayur-mayur 70 kg per hari, lauk pauk 35 kg per hari, air bersih 10.605 liter per hari, diapers 70 dus per hari, susu bubuk balita 23 kotak per hari, pakaian balita 70 pasang. selimut 707 lembar.

Obat-obatan 28 paket dengan asumsi berdasarkan titik pengungsian. Pakaian dewasa 57 paket, alat masak 57 paket, dan juga kebutuhan khusus perempuan.

Menurut Syaiful, hingga pukul 22.35 WITA, tim masih berada di lokasi untuk menyalurkan bantuan, seperti diapers untuk balita, minyak kayu putih, mie instan, pakaian balita, susu bubuk, dan obat anti nyamuk.

"Laporan situasi ini kami sampaikan, semua tim awal masih berada di lokasi hingga 15 Desember 2019," katanya.

Kumparan.com

Banjir Bandang Terjang Sigi, 707 Warga Mengungsi

Transsulawesi.com, Sigi -- Banjir bandang menerjang Dusun III Pangana, Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis malam (12/12). Peristiwa yang terjadi pukul 18.30 WITA mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Sementara, untuk para korban selamat untuk saat ini sudah diungsikan di tempat yang lebih aman dan jauh dari titik banjir bandang.

Informasi dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sigi menyebutkan sampai dengan pukul 20.00 WITA, hujan mulai reda dan seluruh pengungsi yang masih di lokasi pengungsian belum dapat kembali ke rumah. Data PRB menguraikan korban bencana banjir Sigi yang mengungsi terdata 218 Kepala Keluarga (KK) atau 707 jiwa.

“Semua korban selamat saat ini sudah di tempat pengungsian,” kata Ketua PRB Kabupaten Sigi, Syaiful Taslim, Kamis malam (12/12).

Data sementara kata Syaiful, dari data yang dihimpun PRB Kabupaten Sigi, untuk data rumah rusak ringan tercatat 50 unit dan rusak berat 7 unit.

Sementara, untuk pengungsian para korban banjir tersebar di empat titik, masing-masing 2 unit di gedung SD BK Desa Bolapapu, 10 unit di huntara Desa Bolapapu, 15 unit Rumah Warga Desa Bolapapu, dan satu unit di Rumah Dinas Camat.

Adapun jenis bantuan mendesak yang dibutuhkan pengungsi berdasarkan asumsi data jumlah penduduk desa di antaranya: beras 235 kilogram per hari, sayur-mayur 70 kg per hari, lauk pauk 35 kg per hari, air bersih 10.605 liter per hari, diapers 70 dus per hari, susu bubuk balita 23 kotak per hari, pakaian balita 70 pasang. selimut 707 lembar.

Obat-obatan 28 paket dengan asumsi berdasarkan titik pengungsian. Pakaian dewasa 57 paket, alat masak 57 paket, dan juga kebutuhan khusus perempuan.

Menurut Syaiful, hingga pukul 22.35 WITA, tim masih berada di lokasi untuk menyalurkan bantuan, seperti diapers untuk balita, minyak kayu putih, mie instan, pakaian balita, susu bubuk, dan obat anti nyamuk.

"Laporan situasi ini kami sampaikan, semua tim awal masih berada di lokasi hingga 15 Desember 2019," katanya.

Kumparan.com

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.