Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu Kembali Beroperasi

Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu Kembali Beroperasi

Ratusan calon penumpang berebut masuk ke pesawat Wings Air tujuan Makasar di Bandara Mutiara Palu, Selasa (2/10). (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Transsulawesi.com, Banggai -- Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie kini bisa beroperasi kembali pasca gempa yang menimpa kota Palu. Dalam waktu dua minggu, perbaikan yang dilakukan Tim Tanggap Darurat WIKA berhasil merapikan sebagian area terminal Bandara Palu.

Koordinator Renovasi Bandara Palu, Budiyanto Setiawan menyebutkan, saat ini area yang sudah rapi dan dapat difungsikan di antaranya ruang tunggu keberangkatan dan counter check in, area kedatangan, dan kantor maskapai yang berada di lantai 1 bandara serta area parkir kedatangan.

"Pekerjaan pembersihan bandara juga tengah berlangsung di lantai 2 bandara dan ditargetkan akan selesai pada hari Rabu 17 Oktober mendatang," ujar Budiyanto dalam keterangan resmi dikutip dari liputan6, Minggu (14/10/2018).

Saat ini, bongkahan bata yang menggantung di langit-langit bandara akibat stek besi masih menempel di beton dan berpotensi mencederai penumpang juga sudah diturunkan.

"Karena lokasi tersebut persis berada di area pengambilan bagasi yang tentunya banyak penumpang berlalu lalan," ujar dia.

Sejalan dengan pembersihan bandara, Tim Tanggap Darurat WIKA juga sedang melakukan perbaikan fungsi mekanikal elektrikal bandara yang pada saat ini sudah masuk pada tahapan tes kelayakan elektrikal.

Dia menjelaskan, pengerjaan saat ini bisa dikerjaan lebih cepat dari sebelumnya dikarenakan akses pengiriman barang-barang material yang dibutuhkan untuk menunjang proses renovasi sudah lebih mudah dibandingkan pada saat awal dilakukan pengiriman bantuan.

Sementara itu, Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan bahwa berkat kerja keras Tim Tanggap Darura, kini terminal tersebut sudah dapat difungsikan. Ini merupakan bentuk komitmen WIKA untuk mendukung upaya Pemerintah melalui Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN untuk mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana tersebut.

"Dukungan dalam penanggulangan bencana di Palu Donggala juga diwujudkan dengan pengerahan sejumlah excavator dan truk angkut untuk mendukung Basarnas dan Kementerian PUPR dalam upaya evakuasi dan memperbaiki jalur akses yang semula hancur setelah terkena gempa dan tsunami," ujarnya.

Alat berat tersebut didatangkan dari berbagai lokasi, salah satunya adalah dari Proyek Pembangunan Jalan Tol Balikpapan - Samarinda.

Tumiyana kemudian menyampaikan kesiapan Perseroan mendukung program pemerintah untuk proses rehabilitasi salah satunya dengan membangun hunian sementara (huntara) bagi warga yang terkena bencana. Hunian sementara ini dibangun karena rumah warga di daerah tersebut sudah hancur dan tidak bisa lagi ditinggali. (amr)

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.