Anggota Panwascam Toili Akui Terdaftar di Daftar Calon Tetap

Anggota Panwascam Toili Akui Terdaftar di Daftar Calon Tetap

Sidang Anggota Panwaslu Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai oleh Majelis Hakim Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jumat (8/3). Foto: PaluPoso/Ikram

Transsulawesi.com, Banggai -- Anggota Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, SulawesiTengah, Kusman mengakui, kalau namanya tercantum dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPRD Kabupaten Banggai pada Pemilihan Umum tahun 2014, nomor urut 11 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pengakuan tersebut disampaikan Kusman pada saat salah seorang majelis hakim Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Sahran Raden menanyakan hal itu pada sidang yang digelar DKPP di kantor Bawaslu Sulteng, Jalan Sungai Mautong, Kelurahan Ujuna, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (8/3).

Hanya saja Kusman mengelak jika dirinya yang mengajukan pencalonan tersebut. "Tapi bukan saya yang mencalonkan, daftarnya saya tidak tahu," ujarnya.

Ia baru mengetahui telah dimasukkan dalam DCT, setelah penetapan DCT oleh KPU.

Atas pencalonan tersebut, ia lalu mengajukan keberatan secara lisan kepada pengurus PKB, namun tidak secara tertulis.

Kusman malah mengaku tidak pernah melakukan kampanye, setelah masuk dalam DCT.

Menurut Kusman, ia menjadi pengurus PKB sejak 2006 dan berhenti jadi pengurus partai sejak tahun 2009. Diapun mengakui tidak pernah mengurus kartu anggota partai.

Sekaitan postingan di media sosial Facebook kepada salahsatu caleg dari PKB,  menurutnya itu dilakukannya hanya sekadar memberikan semangat pada calon tersebut.

Sebagai salahsatu penyelenggara pemilu pada waktu itu, ia tidak mengetahui adanya aturan yang melarang hal tersebut.

Atas jawaban Kusman tersebut, Sahran Raden menimpali jika masyarakat umum pun mengetahui bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan, apalagi terhadap seorang penyelenggara.

Pernyataan Sahran Raden pun diperkuat dengan jawaban dari pengadu, Muh. Adamsyah Usman, bahwa pihaknya sering melakukan sosialisasi terkait kode etik kepada penyelenggara pemilu tentang hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan penyelenggara.

Usai pemeriksaan terhadap para pengadu dan teradu serta saksi, sidang akhirnya ditutup.

Sidang DKPP tersebut dipimpin ketua majelis, Prof. Teguh Prasetyo bersama anggota DKPP lainnya serta Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Zatriawati dari unsur Bawaslu dan Sahran Raden dari unsur KPU.

Saksi teradu Boby Pondaag dan Hapsa Jaya, serta Sekretaris KPU Banggai tidak hadir karena tugas.

Sidang pemeriksaan tersebut, berdasarkan aduan Bece Abd. Junaid, Muh. Adamsyah Usman, dan Nurjana Ahmad, selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dengan Perkara Nomor 020-PKE-DKPP/II/2019 .

Berdasarkan aduan tersebut, Bawaslu Kabupaten Banggai mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 209/K.ST-01/HK.01.01/XII/2018 kepada teradu pada 26 Desember 2018 tentang Pemberhentian Sementara Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai.

Kumparan