455 Jemaah Calon Haji Sulteng Diberangkatkan ke Tanah Suci

455 Jemaah Calon Haji Sulteng Diberangkatkan ke Tanah Suci

Foto: Humas Pemprov Sulteng

Transsulawesi.com, Palu – Sebanyak 455 jemaah calon haji (JCH) Sulawesi Tengah dari kloter I dan masuk kloter 7 penerbangan Embarkasi Balikpapan, dilepas secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah, yang diwakili Sekertaris Daerah Provinsi Sulteng, Hidayat Lamakarate di asrama haji, Jalan WR Supratman, Palu Barat, Kota Palu. Dalam pelepasan tadi malam, Rabu (24/7) pukul 21.00 WITA, selain dihadiri unsur Kementerian Agama (Kemenag) mulai dari Kanwil hingga Kabupaten dan Kota, juga dihadiri Muspida Sulteng.

Kloter 7 tersebut merupakan gabungan dari JCH Kota Palu, Kabupaten Poso, Donggala,Tolitoli, Banggai, Bangkep, Parigi, Moutong,  Sigi, Morowali Utara, dan Kabupaten Banggai Laut. Ratusan JCH itu sudah memasuki asrama haji transit Palu sejak Rabu pagi (24/7).

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng, Rusman Langke berpesan kepada para JCH untuk selalu menjaga kekompakan. Selain itu, atas nama calon jemaah haji dan panitia penyelenggara ibadah haji Sulawesi Tengah, ia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas upaya Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yang tetap tidak membebankan satu rupiahpun kepada calon jemaah haji yang berangkat dari Palu menuju embarkasi Balikpapan.

Iapun mengucapkan terimakasih kepada para Bupati/Walikota yang juga telah menganggarkan biaya perjalanan CJH dari daerah menuju ke kota Palu, terutama untuk keberangkatan domestik.

Kakanwil mengatakan 455 JCH kloter 7 ini nantinya akan didampingi 5 petugas haji. Petugas haji tahun ini terdiri dari 1 dokter, 2 para medis, 1 ketua kloter, dan 1 pembimbing ibadah.

Seluruh jamaah kloter 7 ini tambahnya, akan berangkat besok (hari ini, red). Pertama sekali berangkat pukul 06.00 WITA, disusul penerbangan pukul 08.55 WITA, jumlah total CJH Sulteng adalah 2.255 orang dan terbagi 5 Kloter yaitu Kloter 7, 8, 9,10 dan 11.

Pada Kesempatan yang sama, Sekdaprov Sulteng, Hidayat Lamakarate yang mewakili Gubernur Sulteng, mengatakan, setiap pelaksanaan ibadah haji ada beberapa komponen yang terlibat di dalamnya, mulai dari ketua kloter, pembimbing haji,  petugas kesehatan haji dan  jamaah calon haji. 

"Dari kesekian komponen yang ada ini, merupakan satu kesatuan yang akan berangkat dari setiap daerah termasuk dari Sulteng," ujarnya.

Melalui kesempatan tersebut, Sekdaprov menyampaikan kepada semua pihak kiranya harus bekerjasama dalam penyelenggaraan pemberangkatan sampai dengan pelaksanaan ibadah haji di tanah suci, dan semua bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik.

Lebih lanjut Sekprov mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulteng dan Pemerintah Daerah telah berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk Calon Jemaah Haji (CJH) dalam rangka pemberangkatan.

"Kalau tahun lalu,  CJH berangkat haji dan pulangnya, sebagian kloter masih tergabung dengan penumpang reguler dan  sebagian menaiki pesawat yang dicharter. Tapi kali ini,  Gubernur melalui Pemda mengupayakan agar kembalinya jemaah haji dari tanah suci nanti setelah tiba di Embarkasi Haji Balikpapan, tidak ada lagi yang menggunakan pesawat reguler. Semua jamaah haji Sulteng akan pulang naik pesawat charter dari Balikpapan sampai ke Palu, sehingga tidak ada yang ketinggalan bagasi dan lain sebagainya," ujarnya.

"Walupun hal ini membutuhkan penambahan anggaran yang cukup besar, tapi hal ini tak jadi masalah karena hal ini untuk kepentingan jemaah haji," kata Sekdaprov.

Dan terkait janji Pemda beberapa tahun lalu yang belum sempat terpenuhi, yaitu menjadikan Kota Palu Embarkasi Haji Antara, Sekdaprov Hidayat mengungkapkan sesungguhnya Pemda dan Kanwil Kemenag Sulteng telah berupaya, namun karena peristiwa gempa bumi 28 September 2018, mengakibatkan sebagian asrama Haji mengalami kerusakan dan landasan pacu di bandara Mutiara mengalami gangguan akibat gempa. Akhirnya penetapan Sulteng sebagai Embarkasi Antara belum bisa dilakukan karena fasilitasnya masih dianggap belum cukup. (mhr)