23 Ekor Penyu Hasil Tangkapan Ilegal Fishing di Bangkep Dilepas Kehabitatnya

23 Ekor Penyu Hasil Tangkapan Ilegal Fishing di Bangkep Dilepas Kehabitatnya

Ditpolair Polda Sulteng di perairan Kabupaten Banggai Kepulauan (Foto: Ist)

Transsulawesi.com, Palu -- Setelah berhasil menyelamatkan dan mengamankan keberadaan 23 ekor penyu yang dilindungi dari ulah oknum nelayan yang menangkap dan ingin memperjual belikan, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (10/12), melepaskan kembali kehabitatnya di perairan Teluk Palu.

Pelepasan 23 ekor penyu ini merupakan bentuk keseriusan Polda Sulteng untuk melindungi satwa yang apabila tidak dilakukan akan mengancam keberadaannya dari ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dimana berkat kesigapan Patroli Ditpolair Polda Sulteng di perairan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) 3 Desember lalu upaya penyeludupan penyu berhasil digagalkan.

Dari atas Kapal Ditpolairud Polda Sulteng dengan nomor lambung XIX-300, Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Drs. Nurwindiyanto, MM, memimpin acara pelepasan 23 ekor penyu, didampingi Dirpolairud Polda Sulteng, Kombes Polisi Indra Rathana, SIK, JPU Kejati Sulteng, Ahli BKSDA, Kepala BKIPM, DKP Sulteng, Personil Dit polair dan awak media.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, SIK, melalui Kasubbid Penmas, Kompol Sugeng Lestari, menegaskan meskipun 23 ekor penyu sitaan Ditpolairud Polda Sulteng telah dilepaskan kembali dihabitatnya, perkara terus dalam penyidikan Ditpolair.

"Diharapkan kepada masyarakat untuk tidak menangkap penyu atau satwa yang dilindungi lainnya karena itu merupakan tindak pidana," tandasnya. (dewi)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.