NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Atas Nama Gereja, Pendeta di Banggai Kecam Insiden Tolikara

REGIONAL Jum'at, 24 /07/ 2015 23:34:18 10736 Pembaca  

Pdt. Tiofius Bisu ( tengah )
Pdt. Tiofius Bisu ( tengah )

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja Luwuk Banggai, Pdt. Tiofius Bisu mengecam keras peristiwa penyerangan dan pembakaran puluhan kios/rumah serta tempat ibadah umat Islam di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Barat, saat Shalat Idul Fitri, Jumat (17/7).

“Kami mengecam atas insiden yang terjadi di Kabupaten Tolikara," kata Tiofius Bisu di dampingi puluhan pendeta yang datang bersamanya di Mapolres Banggai, Jumat (24/07).

Menurutnya harmonisasi dan toleransi harusnya dijaga dan tidak dinodai oleh tindakan emosional yang berpotensi memecah harmonisasi dan toleransi yang telah terbangun dengan baik selama ini.

Selain itu, ada enam poin pernyataan sikap yang langsung dibacakan secara terbuka oleh perwakilan gereja gereja di Banggai yang di fasilitasi pemerintah daerah dan Kapolres Banggai serta Dandim 1308 Banggai.

Dalam kutipan penyataan sikap tersebut adalah:

  1. Permohonan maaf atas nama gereja di Kabupaten Banggai atas insiden di Tolikara, Papua.
  2. GKLB bersama gereja-gereja di Luwuk Banggai menyatakan rasa empati serta keprihatinan yang mendalam dan mengecam segala bentuk tindakan yang terjadi di Tolikara.
  3. GKLB bersama gereja-gereja di Luwuk Banggai menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk penyelesaian di Tolikara
  4. GKLB bersama gereja-gereja di Luwuk Banggai menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi terhadap isu yang tidak bertanggung jawab dan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.
  5. GKLB bersama gereja-gereja di Luwuk Banggai turut member dukungan untuk proses pembangunan kembali rumah peribadatan Muslim di Tolikara.

 

Bagi mereka, kejadian tersebut tidak hanya umat muslim yang tersakiti tapi hal yang sama dirasakan ummat kristiani di Kabupaten Banggai,  dan merasa bahwa insiden tersebut sangat mengganggu toleransi kehidupan antar umat beragama.

Untuk itu, Tiofus meminta agar semua pihak mau dan mampu menahan diri dan tidak terpancing untuk membuat aksi yang bisa menimbulkan potensi konflik. "Kami berharap agar pihak kepolisian serius menanggapi kasus ini serta usut tuntas pelakunya," tegasnya.

Uniknya lagi penggalangan dana untuk membangun kembali masjid dan rumah dari warga Tolikara, Papua, yang terbakar di insiden saat hari Lebaran lalu, turut dilakukan mereka sebagai bentuk kepedulian terhadap insiden Tolikara, tidak cukup hanya bicara saja.[Eno]


 

#HEADLINE

DSLNG Peringati Bulan K3 Nasional
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan