NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Olah Raga

Kalahkan Brasil 2 - 1, Pelatih Belgia Respek Kepada Neymar

Sabtu, 07 /07/ 2018 06:23:05 1375 Pembaca  

Brasil terpaksa harus menelan pil pahit setelah ditundukkan Timnas Belgia dengan skor  2-1 di pertandingan perempat final Piala Dunia 2018 di Stadion Kazan Arena, Sabtu (7/7) dini hari WIB. (Foto:AFP)
Brasil terpaksa harus menelan pil pahit setelah ditundukkan Timnas Belgia dengan skor 2-1 di pertandingan perempat final Piala Dunia 2018 di Stadion Kazan Arena, Sabtu (7/7) dini hari WIB. (Foto:AFP)

Transsulawesi.com, Rusia – Tim unggulan Brasil terpaksa harus menelan pil pahit setelah ditundukkan Timnas Belgia dengan skor  2-1 di pertandingan perempat final Piala Dunia 2018 di Stadion Kazan Arena, Sabtu (7/7) dini hari WIB. Duel tim bertabur bintang ini langsung sengit sejak awal.

Belgia unggul lebih dulu pada menit ke-13 setelah sepak pojok Nacer Chadli salah diantisipasi Fernandinho. Bola yang mengenai lengan Fernandinho justru masuk ke gawang Alisson.

Pada menit ke-31 Belgia menambah keunggulan melalui tendangan De Bruyne. Memanfaatkan serangan balik, Romelu Lukaku yang mendapat bola melakukan solo run hingga area Brasil.

Lukaku pun langsung mengoper bola kepada De Bruyne yang bebas di sisi kanan. Tanpa kompromi, pemain Manchester City itu langsung melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti ke sisi kanan gawang yang tidak bisa dijangkau Alisson Becker.

Brasil sukses memperkecil kedudukan melalui pemain pengganti Renato Augusto pada menit ke-76. Augusto mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan umpan Philippe Coutinho.

Meski sempat memiliki beberapa peluang mencetakl gol, Brasil tidak juga mampu menyamakan kedudukan. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, skor tetap 2-1 untuk kemenangan Belgia.

Di babak semifinal yang digelar di Stadion St. Petersburg, Rabu (11/7) dini hari, Belgia akan menghadapi Prancis yang mengalahkan Uruguay 2-0.

Pelatih Belgia, Roberto Martinez menegaskan pertandingan itu bukanlah duel tiap individu, melainkan pertarungan dua tim tangguh. Dia pun percaya kedua tim akan bermain terbuka dan saling menyerang.

Martinez tak segan mengakui Brasil sebagai tim kuat yang terus membuktikan kualitasnya di empat laga terakhir. Karenanya dia percaya yang akan jadi pemenang adalah tim yang bisa memanfaatkan penguasaan bola dengan baik.

"Kami sangat respek kepada Brasil dan Tite, pekerjaan yang sudah mereka perbuat. Pertandingan bukanlah untuk pelatih, tetapi untuk para pemain, anda harus membantu pemain menjadi diri mereka sendiri di lapangan," ujar Martinez dikutip dari fourfourtwo. (mhr)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan