NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Publika

Tik Tok Diblokir Kominfo Terkait Konten Negatif dan Batas Umur

Rabu, 04 /07/ 2018 19:53:42 839 Pembaca  

Pengembang aplikasi Tik Tok berjanji akan mengubah batas minimal umur pengguna Tik Tok di Indonesia menjadi 16 tahun. Aplikasi video singkat ini tadinya membatasi penggunanya minimal berusia 12 tahun. (Foto: Istimewa)
Pengembang aplikasi Tik Tok berjanji akan mengubah batas minimal umur pengguna Tik Tok di Indonesia menjadi 16 tahun. Aplikasi video singkat ini tadinya membatasi penggunanya minimal berusia 12 tahun. (Foto: Istimewa)

Transsulawesi.com, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan pemblokiran Domain Name System (DNS) untuk aplikasi Tik Tok hanya bersifat sementara. Menteri Kominfo Rudiantara menyebut syarat pertama adalah pembersihan konten. Setelah itu, pemerintah juga meminta jaminan dan komitmen Tik Tok agar konten bermuatan negatif tidak kembali hadir.

Setelah bertemu dengan Kominfo, pengembang aplikasi Tik Tok berjanji akan mengubah batas minimal umur pengguna Tik Tok di Indonesia menjadi 16 tahun. Aplikasi video singkat ini tadinya membatasi penggunanya minimal berusia 12 tahun.

Hal tersebut diutarakan ujar Senior VP Corporate Strategy Bytedance Technology (perusahaan pengembang aplikasi Tik Tok) Zhen Liu usai bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Kantor Kemenkominfo, Rabu (4/6).

"Tik Tok [ada] di Amerika, Korea, banyak negara. Oleh karena itu, kami berusaha menyesuaikan dengan peraturan lokal. Kami menghormati budaya Indonesia,"

Dalam pertemuan itu, Rudiantara memang meminta Tik Tok untuk menaikkan batas usia minimal pengguna aplikasinya. Menurutnya, umur pengguna minimal 12 tahun bukan merupakan batas usia yang ideal.

Namun di sisi lain, ia menyadari bahwa jika batas usia minimal diubah menjadi 16 tahun, maka anak-anak yang lebih kecil tidak diberikan ruang untuk berkreasi.

Namun, di sisi lain ia khawatir keadaan akan tetap kacau jika anak-anak yang lebih kecil tetap diperbolehkan mengakses Tik Tok. Sehingga, Rudi menekankan adanya pembenahan atas pendidikan anak-anak.

Untuk itu, ia mengatakan akan menjembatani Tik Tok dengan kementerian lain yang lebih berwenang dalam hal ini.

Tik Tok akan bekerja sama dengan NGO dan pemerintah agar menghadirkan konten yang lebih berpendidikan. Senior VP Corporate Strategy Bytedance Technology (pengembang Tik Tok) Zhen Liu mengungkapkan akan membuat perpaduan dari NGO dan pemerintah.

Kedatangan aplikasi video singkat asal China itu berkaitan dengan pemblokiran DNS Tik Tok yang dilakukan Kominfo kemarin sore, Selasa (4/7).

(mhr)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan