NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Dasar SKPT, Pertamina EP Asset 4 CPP Donggi Kalah Dalam Gugatan Perdata

Rabu, 20 /06/ 2018 13:42:52 1721 Pembaca  

Masyarakat Desa Sindang Sari, Kecamatan Toili Barat, melakukan aksi protesnya kepada pihak Pertamina, di lokasi sumur Donggi II. (Foto:Muhajir)
Masyarakat Desa Sindang Sari, Kecamatan Toili Barat, melakukan aksi protesnya kepada pihak Pertamina, di lokasi sumur Donggi II. (Foto:Muhajir)

Transsulawesi.com, Luwuk – PT Pertamina EP  Aseet 4 area kalah dalam gugatan perdata di Pengadilan Negeri Luwuk Banggai.  Sengketa lahan CPP Donggi terletak di Desa Dongin Kecamatan Toili Barat Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah dengan luas 100 x 200 Meter atau 2 Hektare telah sampai pada putusan pengadilan negeri Luwuk Banggai.

Sengketa lahan tersebut melibatkan pihak Pertamina EP sebagai tergugat, itu tertuang dalam Putusan Pengadilan Negeri (PN) Luwuk dengan nomor 27/Pdt.G/2017/PN Lwk antara Hi.Ismail (penggugat) dan Asgap Abdullah (tergugat I), Ali Syahbana (tergugat II), PT Pertamina EP (tergugat III) dan SKK Migas (tergugat V) yang diputuskan pada 28 Desember 2017.

Menurut pihak PT Pertamina EP Asset 4 menyatakan pembebasan lahan di area Central Processing Unit Plant (CPP) Donggi, Desa Dongin, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, sudah sesuai dengan dokumen.

"Kalau dari versi kami, kami merasa sudah melakukan proses pembebasan lahan, sesusai dengan ketentuan, kami sudah melihat dokumen dari pihak yang berwenang. Dalam hal ini, Surat Keterangan Penguasan Tanah (SKPT) yang dikeluarkan oleh pemerintah desa dan diketahui juga pihak kecamatan, sehingga kita melakukan proses pembayaran," jelas Legal and Relation Pertamina EP 4, Anugrah.

Kata Anugrah bahwa kasus tersebut sementara dalam proses hukum tingkat lanjut di Pengadilan Tinggi (PT) Sulteng. Dimana sebenarnya menjadi tergugat 1 adalah kepala desa, sementara Pertamina EP 4 tergugat 3 dan SKK Migas menjadi turut tergugat.

Namun dalam putusan PN Luwuk berdasarkan hasil persidangan perdata dengan beberapa alas bukti milik penggungat yakni surat penyerahan  No.593.3/78/Kec.Toili/2003dan tergugat yakni surat keterangan penguasahan tanah No.03/3/593/2004 dan keterangan sejumlah saksi tergugat maupun penggugat, menerangkan bahwa lahan dengan luas 2 hektare atau 200 x 100 meter persegi itu sah milik penggugat.

"Iya benar, permasalahan sengketa lahan di CPP Donggi di PN Luwuk dimenangkan oleh saya,"ujar penggugat, Hi.Ismail,  Kamis (24/5).

Ia menambahkan, terkait kelanjutan dari putusan tersebut, pihak tergugat melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Tengah di Palu."Untuk sekarang saya masih menunggu proses selanjutnya,"tandasnya.

Ia berharap, Pengadilan Tinggi Palu dapat memberi putusan dengan secara adil-adilnya, untuk lebih meningkatkan kepercayaan publik pada proses mengambil hak warga negara di pengadilan yang ada.

(mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan