NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Reportase

Derita Pengendara Roda Dikala Musim Penghujan

Minggu, 03 /06/ 2018 14:00:19 5682 Pembaca  

Musim penghujan melanda beberapa daerah di Kabupaten Banggai. Hingga saat ini kota air telah seminggu di musim penghujan. (Foto: Isitimewa)
Musim penghujan melanda beberapa daerah di Kabupaten Banggai. Hingga saat ini kota air telah seminggu di musim penghujan. (Foto: Isitimewa)

Transsulawesi.com, Banggai -- Musim penghujan melanda beberapa daerah di Kabupaten Banggai. Hingga saat ini kota air telah seminggu di musim penghujan. Setiap hujan tentunya punya cerita sendiri. Khusus pengendara roda dua, musim penghujan merupakan hal yang memberatkan. 

Selain kebasahan karena hujan yang tiba-tiba turun, hujan juga membuat tampilan motor terlihat kusam, dan berpotensi membuat motor rusak perlahan-lahan. Kerusakan tersebut bisa dihindari dengan membilas motor sesudah 'mandi hujan'. Jika hal itu tidak dilakukan, efek yang muncul akan merepotkan pengendara dan mengurangi kenyamanan di jalan.

Di kampas rem akan muncul endapan kotoran sehingga muncul decitan ketika roda berputar. Selain itu, rem juga bisa cepat aus karena kotoran dapat menggores piringan cakram.

Pelepasan panas mesin juga akan terganggu dengan menempelnya kotoran di beberapa bagian. Performa akan semakin menurun jika endapan yang menempel di radiator tidak segera dibersihkan dan mampu menimbulkan overheat.

Suspensi pun tak luput dari kerusakan. Pelumas pada bagian tersebut akan larut sehingga menimbulkan suara decitan. Karet seal juga akan cepat mati dan berpotensi menumbulkan kebocoran.

Bagi sepeda motor yang menggunakan rantai, hujan akan melarutkan pelumas sehingga akan menimbulkan suara yang mengganggu. Gigi-gigi pada gear akan mudah tergerus jika gesekan dengan rantai tidak disertai pelumas.

Keselamatan Dijalan

Derasnya air hujan yang turun dapat menyulitkan pandangan saat berkendara. Oleh karena itu, helm sebaiknya dilengkapi dengan kaca pelindung sehingga pandangan tetap aman dan jelas. Pastikan bahwa kaca pelindung tidak buram atau terdapat goresan yang akan menghalangi pandangan Anda.

Anda bisa mengoleskan water-repellent pada kaca helm / visor agar air hujan tidak menempel dan mengganggu pandangan.

Agar sepatu tidak basah dan kotor akibat hujan, Anda dapat menggunakan shoes cover atau sepatu boot anti air sebagai pelindung. Namun, jangan menggunakan sandal jepit karena dapat membuat pijakan Anda lepas dari pedal motor.

Anda sebaiknya pintar-pintar memilih jas hujan yang baik dan aman bagi keselamatan. Pilihlah jas hujan yang ukurannya sesuai dengan besar tubuh Anda. Ukuran jas hujan yang terlalu besar akan membuat Anda mudah diterpa angin, bahkan dapat tersangkut pada bagian rantai motor. Hal ini jelas berbahaya.

(Irf)

 

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan