NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Nasional

Hasil Survei, Prabowo Menjadi Rival Terkuat Jokowi

Minggu, 27 /05/ 2018 18:09:33 1633 Pembaca  

Presiden Republik Indonesia terpilih Joko Widodo mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra yang juga mantan pesaingnya dalam Pilpres lalu, Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014). (TRIBUNNEWS / DANY PERMANA)
Presiden Republik Indonesia terpilih Joko Widodo mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra yang juga mantan pesaingnya dalam Pilpres lalu, Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014). (TRIBUNNEWS / DANY PERMANA)

Transsulawesi.com, Banggai -- Lembaga riset Alvara Research Center merilis hasil survei elektabilitas calon peserta pemilihan umum presiden (pilpres) 2019. Hasilnya, nama Presiden Joko Widodo masih bertahan sebagai pemegang elektabilitas tertinggi.

"Joko Widodo masih jadi kandidat terkuat hingga saat ini. Elektabilitas Joko Widodo stabil di angka 46 persen," kata CEO Alvara Hasanuddin Ali di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (28/5).

Sementara itu, penantang Ali juga masih lagi-lagi diduduki oleh Prabowo Subianto. Ali bilang belum ada nama lain selain Prabowo yang bisa menantang Jokowi di Pilpres 2019.

"Rival terkuatnya masih Prabowo Subianto dengan hanya meraih 27,2 persen," lanjut dia.

Angka ini, kata Ali, cenderung stagnan sepanjang bulan Februari 2018 hingga sekarang. Sejalan dengan elektabilitas, popularitas Jokowi pun hampir menyentuh angka 100 persen.

"Popularitas Jokowi meraih 95,8 persen dengan top of mind 58,7 persen dan Prabowo ada di posisi runner up dengan popularitas 46,8 persen dan top of mind 27,2 persen," ungkap dia.

Adapun posisi selanjutnya yang dianggap memiliki elektabilitas tinggi adalah Gatot Nurmantyo sebesar 2,2 persen, Hary Tanoesoedibjo 1,3 persen dan Anies Rasyid Baswedan 1,2 persen. Responden yang memilih nama lain 6,4 persen dan belum memutuskan 15,1 persen.

"Nama Gatot bisa muncul sebagai capres karena dia sudah mendeklarasikan diri. Sikap siapnya membuat angka tersebut naik," tutup dia.

Ali memastikan lembaga risetnya bebas dari kepentingan kelompok maupun perseorangan dan menggunakan dana pribadi. Dia mengkalim tidak ada kepentingan politik dalam riset yang ia terbitkan.

"Riset ini kami lakukan secara independen. Tidak berkaitan dengan siapapun, perseorangan dan parpol. Berdasarkan kaidah dengan responden 1.200 orang dan dapat dipertanggungjawabkan," tutup dia.

Alvara Research Center menggelar survei lada tanggal 20 April hingga 9 Mei 2018 menggunakan multi stage random sampling. Ada 1.202 responden yang diikutsertakan dari seluruh Indonesia.

Rentan margin error riset ini sebesar 3,10 persen. Sementara tingkat kepercayaan yang ditawarkan Alvara mencapai 95 persen.

Dalam survei terbaru LSI Denny JA, elektabilitas Jokowi per 15 Mei hanya sebesar 46 persen. Elektabilitas Jokowi tak unggul signifikan jika dibandingkan dengan total elektabilitas sejumlah tokoh yang digadang bakal maju sebagai capres.

Sejumlah nama tokoh gabungan tersebut di antaranya Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan, dan lainnya, yang total elektabilitasnya mencapai 44,7 persen atau hanya kalah 1,3 persen dari elektabilitas Jokowi.

(CNN Indonesia)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan