NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Nasional

Pro Kontra Daftar 200 Mubaliq, Kemenag Bakal Perbarui Berkala

Senin, 21 /05/ 2018 17:13:40 1986 Pembaca  

(Foro:Kemenag.go.id)
(Foro:Kemenag.go.id)

Transsulawesi.com, Jakarta -- Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama (Kemenag) Mastuki mengatakan akan memperbarui daftar 200 nama mubalig secara berkala. Menurutnya, pembaruan itu dilakukan sesuai kebutuhan.

"Kami akan kembangkan daftar ke depannya. Beberapa caranya mungkin dengan cara mengajukan (mubalig)," kata Mastuki seperti dilansir CNN Indonesia,  Senin (21/5).

Sebanyak 200 nama mubalig yang dikeluarkan Kemenag diberitakan menimbulkan pro-kontra. Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Danhil Anzar yang menilai 200 nama tersebut menjadikan perpecahan di antara ulama.

Sementara , Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardana Ali Sera menyebut bahwa rilis ini jangan sampai membatasi kesempatan bagi para mubalig atau bahkan membuat kalangan ulama menjadi terbelah

Mastuki mengatakan daftar mubalig bisa bertambah dan bisa saja berkurang. Pertambahan bisa dilakukan dengan mengajukan penceramah yang dianggap kredibel.

"Nanti akan ada tim pleno kami yang menilai apakah bisa masuk kriteria atau tidak. Masyarakat bisa mengajukan melalui hotline kami," Ujar dia.

Nama-nama mubalig yang terdaftar di Kemenag bisa berkurang seiring dengan laporan masyarakat. Contohnya jika ada penceramah yang meninggal dunia atau penceramah yang ternyata kredibelitasnya tidak sesuai harapan di lapangan.

"Bisa saja berkurang, jadi jumlahnya tak selalu segitu. Kalau masyarakat ada menemukan pelanggaran di lapangan boleh dilaporkan ke kami," ungkap dia.

Mastuki mengaku pro dan kontra di kalangan masyarakat mengenai kemunculan 200 nama mubalig adalah hal yang wajar. Kemenag ke depannya akan terus mengevaluasi sistem internal untuk menilai penceramah.

"Kami minta pendapat tokoh ulama siapa kenal ini dan ini eleman perguruan tinggi juga kita ikut sertakan untuk memutuskan," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama Mastuki mengatakan daftar yang berisi 200 nama ulama atau mubalig yang dikeluarkan pihaknya merupakan usulan banyak pihak.

"200 nama itu asal usulan ormas, masyarakat, dan masjid jadi bukan dari kami. Kami hanya fasilitator," kata Mastuki kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di Gedung Kementerian Agama Jakarta, Senin (21/5).

(Zul)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan