NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Nasional

Jokowi Minta Polri, TNI dan BIN Jamin Keamanan Ramadan

Rabu, 16 /05/ 2018 19:00:45 950 Pembaca  

Presiden Joko Widodo menginstruksikan seluruh lembaga keamanan memastikan kondisi Indonesia jelang Ramadan. (Foto: Biro Pers Kepresidenan)
Presiden Joko Widodo menginstruksikan seluruh lembaga keamanan memastikan kondisi Indonesia jelang Ramadan. (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

Transsulawesi.com, Jakarta -- Presiden Joko Widodo menginstruksikan seluruh lembaga keamanan memastikan kondisi Indonesia jelang Ramadan yang akan dimulai esok hari. Hal itu disampaikan langsung dalam sidang kabinet paripurna siang ini di Istana Negara.

"Saya perintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN terus menjaga, mengendalikan keamanan karena besok kita segera menyongsong pelaksanaan ibadah puasa," kata Jokowi, Rabu (16/5).

Hal itu, kata Jokowi, perlu dilakukan guna meyakinkan seluruh umat Muslim di Indonesia bisa menunaikan ibadah puasanya dengan rasa aman dan damai.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BIN Budi Gunawan yang terlihat duduk sejajar langsung mencatat instruksi itu sambil menganggukkan kepala.

Jokowi turut menginstruksikan mereka terus mengedepankan semangat persaudaraan dan kerukunan sosial di seluruh lapisan masyarakat.

Pesan diberikan sebab sehari jelang ibadah puasa teror masih terjadi di sejumlah daerah seperti di Mapolda Riau, Pekanbaru tadi pagi dan penggerebekan terduga teroris di Tangerang siang tadi.

Presiden Jokowi juga menginstruksikan seluruh menteri dan kepala lembaga memberi tahu masyarakat dan dunia bahwa Indonesia saat ini dalam kondisi aman.

"Seluruh kementerian dan lembaga saya ingin sampaikan narasi termasuk ke dunia internasional, penting sekali Indonesia aman dan tetap fokus bekerja," ujar dia.

Semetara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan pentingnya keterlibatan TNI menyusul rentetan aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Mapolda Riau pagi tadi. Moeldoko menyebut kondisi kerawanan saat ini telah mencapai tingkat medium atau sedang.

"Kalau spektrumnya sudah menuju medium sampai high intensitasnya (perlu dilibatkan). Ini sudah medium," ujar Moeldoko saat ditemui di kantor wakil presiden, Jakarta, Rabu (16/5).

Moeldoko sebelumnya juga telah melontarkan wacana pelibatan pasukan Koopsusgab TNI untuk memberantas terorisme di Indonesia. Menurutnya, pasukan ini perlu dihidupkan kembali karena persoalan terorisme masuk dalam ranah ancaman yang faktual.

(mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan