NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Lima Balombong dan Ratusan Liter Bahan Baku Miras Captikus Dimusnahkan

Senin, 30 /04/ 2018 00:28:41 3875 Pembaca  

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari operasi penyakit masyarakat (pekat), dan akan terus berlanjut hingga jelang bulan ramadan dan perayaan lebaran Idul Fitri mendatang
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari operasi penyakit masyarakat (pekat), dan akan terus berlanjut hingga jelang bulan ramadan dan perayaan lebaran Idul Fitri mendatang

Transsulawesi.com, Bunta -- Lokasi perkebunan warga di Kecamatan Bunta dan Simpang Raya yang sering dijadikan lokasi tempat pembuatan minuman keras tradisional "captikus" terus disasar aparat. Sedikitnya 5 lokasi pembuatan atau yang dikenal balombong dimusnahkan petugas dengan cara dirobohkan lalu kemudian dibakar.

Menurut Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh melalui Kapolsek Bunta IPTU Jimiyarto Anasim kepada transsulawesi.com. Sabtu 28 April, kemarin pihaknya mendapati 5 buah pondok balombong.

Kelima tempat tersebut berdiri ditempat berbeda, namun masih berada diwilayah Desa Dondo Soboli Kecamatan Bunta. Disana kata Jimiy petugas mengamankan 700 liter bahan baku pembuatan miras Captikus yang masih berupa tuak atau saguer. "Agar tidak bisa diolah jadi Captikus, 700 liter saguer itu kami buang" imbuhnya.

Dikatakannya, untuk mencapai lokasi balombong petugas harus berjalan kaki, mengingat rata rata lokasi balombong jauh berada didalam kebun warga. Seperti kemarin, aparat yang tiba dilokasi berjalan kaki sejauh 2 hingga 3 kilometer untuk mendapati balombong.

“Ya harus jalan kaki, sedangkan mobil patroli mesti diparkir ditempat terakhir yang bisa dilewati kendaraan,” terangnya.

Kadang saat menyusuri jalan setapak menuju lokasi balombong, petugas juga menemukan tempat penampungan bahan baku dari tirisan pohon enau. "Di jalan saat kami temukan beberapa jerigen yang berisi air nira (saguer) juga langsung kami musnahkan" jelasnya.

Karena Lokasi tak jauh dari pemukiman, maka kata Jimiy identifikasi pemilik balombong jauh lebih mudah diketauhi.

“Inisial pembuat masing masing (A), (N), (A), (RB), dan (ZJ). Dan barang bukti berupa jerigen dengan berbagai ukuran dan satu drum plastik besar warna biru turut kami amankan sebagai barang  bukti.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari operasi penyakit masyarakat (pekat), dan akan terus berlanjut hingga jelang bulan ramadan dan perayaan lebaran Idul Fitri mendatang. (zk)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan