NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Semburan Minyak Ilegal di Aceh Bikin Warga Mual hingga Pingsan

Sabtu, 28 /04/ 2018 04:45:45 3060 Pembaca  

Ledakan sumur minyak ilegal di Aceh sudah padam. (Foto: Antara/Rahmad)
Ledakan sumur minyak ilegal di Aceh sudah padam. (Foto: Antara/Rahmad)

Transsulawesi.com, Aceh -- Semburan minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, hingga saat ini belum berhenti keluar kendati api sudah padam. Selain menimbulkan 22 korban tewas dan puluhan lainnya luka-luka, semburan ini juga menyebabkan warga sekitar lokasi terkena dampaknya.

Dilansir dari Antara, semburan minyak itu membuat warga menjadi mual dan muntah.

"Kemarin, dua orang guru saya mual-mual dan sampai ke rumah muntah hingga jatuh pingsan. Kita perkirakan ini akibat kesehatannya terganggu membuat keduanya tidak bisa melaksanakan tugasnya hari ini," ujar Kepala MAN 3 Aceh Timur M. Yusuf, di Ranto Peureulak, Aceh Timur, Jumat (27/4).

Yusuf mengaku, jarak antara Gedung MAN 3 Aceh Timur dengan titik ledakan dan semburan minyak bercampur gas itu hanya 400 meter, sehingga aroma gas sangat kental tercium.

"Para pelajar saya liburkan untuk sementara waktu, bahkan rata-rata pelajar juga banyak yang tidak hadir dalam tiga hari ini pascaterjadi ledakan dan kebakaran sumur minyak," kata Yusuf.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Timur Zulfikry mengatakan, ia meminta seluruh masyarakat menjauh dari lokasi semburan dengan jarak radius 500 hingga 600 meter dari titik semburan minyak bercampur gas.

"Kita sudah membagikan masker dan harapan kita selalu digunakan ketika melintas di sekitar lokasi dengan radius yang telah ditentukan," ujarnya.

Zulfikry melanjutkan, warga yang mual-mual hingga muntah diminta untuk segera lapor ke posko kesehatan yang berada di sekitar lokasi. Atau ke Puskesmas Ranto Peureulak yang buka 24 jam.

"Jika kesehatannya terganggu, baik pernapasan atau mual serta muntah, maka segera melapor ke petugas medis," ujar Zulfikry.

Belum diketahui penyebab kebakaran ini dan siapa yang harus bertanggung jawab. Pemprov Aceh mengakui sumur tersebut ilgeal, namun penambangan minyak itu menjadi sumber penghasilan warga setempat sehingga sengaja tidak ditertibkan.

Pihak PT Pertamina (Persero) menegaskan sumur minyak yang terbakar itu bukan milik Pertamina. Namun Pertamina, bekerja sama dengan Kementerian ESDM telah mengirimkan dua tim investigasi ke lokasi kebakaran itu.

Selain tim untuk menghentikan kebakaran, ada tim lain dari Pertamina yang ditugaskan meneliti penyebab pasti munculnya api.

KUMPARAN.COM

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan