NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Fokus

Mencari Jejak ‘Balombong’ di Pinggiran Hutan Simpang Raya

Rabu, 25 /04/ 2018 16:32:08 698 Pembaca  

Puluhan liter air tirisan Enau (Saguer) ditumpahkan ketanah
Puluhan liter air tirisan Enau (Saguer) ditumpahkan ketanah

Transsulawesi.com, SIMPANG RAYA – Sulitnya medan menjangkau lokasi produksi pembuatan minuman keras (Miras) tradisional “Captikus” tidak menyurutkan niat personel kepolisian memerangi peredaran miras di Kecamatan Bunta dan Simpang Raya, Banggai, Sulawesi Tengah.

Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh melalui Kapolsek Bunta IPTU Jimiyarto Anasim mengatakan operasi ini akan terus berlanjut sebagai komitmen Polri memberantas miras.

“Ini bentuk komitmen polri dalam memerangi captikus diwilayah bunta dan simpang raya" kata dia.

Menurut Jimiyarto,Tempat produksi miras yang disebut warga “Balombong,” dominan dijumpai dipinggiran hutan, pasalnya bahan baku fermentasi miras hanya didapatkan dari tirisan air enau.

Tak heran, setiap pohon enau yang dijumpai terdapat jerigen atau bambu yang digantung sebagai wadah penampung tirisan air enau.

Upaya pencarian bisa dilakukan berhari hari, seperti misalnya mencari titik sebaran balombong yang beroperasi di areal perkebunan Kali Batu Desa Dowiwi, Simpang Raya. Dilaporkan, belasan kilometer mesti ditempuh aparat untuk mencapai lokasi tersebut.

Setelah menyusuri jalan produksi perkebunan, perjalanan berlanjut dengan melalui jalan setepak yang berlumpur dan dipenuhi rerumputan dan tumbuhan liar. “Ada kesengajaan jalan tidak dibersihkan agar bisa menutupi pandangan dimana keberadaan balombong,” demikian dilaporkan reporter transsulawesi.com dari lokasi.

Namun karena terbiasa melacak posisi balombong, akhirnya aparat dapat menemukan satu lokasi balombong yang aktif memproduksi miras.

"Nah untuk barang bukti saguer yang kami dapati seluruhnya telah dimusnahkan ditempat, drum dan jerigen kami amankan sebagai barang bukti," terang Jimiy.

Selain menumpahkan puluhan liter bahan baku captikus, saguer. Aparat juga merobohkan bangunan pabrik.

"Dari giat itu sebanyak 65 liter baku captikus (saguer-red) telah kami musnahkan dengan cara menumpahkannnya ditanah,” tutup Jimiy. (zk)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan