NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Kerabat Korban Meninggal Lakalantas Sesalkan Tangki Minyak Ambulance PRC Kosong

Selasa, 24 /04/ 2018 03:02:51 3003 Pembaca  

Rumah duka Nanda Matalang
Rumah duka Nanda Matalang

Transsulawesi.com, Simpang Raya – Nanda Matalang, 6 Tahun, akhirnya menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan ke BRSUD Luwuk setelah dua jam terbaring kritis di IGD Puskesmas Bunta. Nanda menjadi salah satu korban laka lantas diporos Trans Sulawesi Desa Koninis Kecamatan Simpang Raya pada Minggu 22 April 2018.

Ditengah suasana duka, orang tua dan kerabat dari bocah berwajah manis itu sangat menyesalkan lambannya penanganan medis terhadap anak mereka yang dalam kondisi emergency, "kurang lebih 2 jam cucu saya terbaring diruang IGD, padahal kami meminta secepatnya untuk dirujuk" ujar Matalang yang merupakan nenek korban.

Mirisnya saat hendak dirujuk, unit ambulance operasional PSC 119 tidak memiliki bensin. Ini sangat keterlaluan, ungkapnya. Saat itu pihak puskesmas mengatakan mobil ambulance operasional PSC 119 tidak memiliki bensin, "dorang bilang oto ambulance tidak ada bensin" kutip dia.

Beruntung ditengah kepanikan keluarga, salah satu warga bersedia membelikan bensin untuk unit PRC agar korban segera di bawa ke RSUD Luwuk. Harusnya mobil ambulance itu siap "bagaimana kalau pasien mendadak rujuk kalau ambulance tidak ada bensin, seperti kejadian yang menimpa cucu kami" sesalnya.

Kejadian nahas terjadi saat korban dibonceng sepeda motor oleh Mega Aldinia Sangompow (18). Mega yang merupakan bibi korban tak menyangka ketika motor yang dikendarainya tibab tiba ditabrak pengendara lainnya.

Padahal menurut para saksi mata, Mega yang berboncengan dengan Nanda baru saja keluar dari halaman rumah, belum sempat pula mengarahkan sepeda motornya, pengendara lain Suzuki FU yang bernama Ruslan Pagatan (26) langsung menghantam keduanya dari sisi kiri.

“Karena tidak bisa mengendalikan laju motor, Ruslan  menabrak sepeda motor yamaha mio soul yang digunakan Mega Aldinia yang sedang berboncengan dengan Nanda," ujar salah satu saksi mata.

Polisi yang tiba ditempat kejadian perkara (TKP) langsung mengevakuasi para korban yang terlibat dalam kecelaakaan itu dan langsung mengevakuasinya ke Puskesmas Bunta.

Kapolsek Bunta IPTU Jimiyarto Anasim kepada transsulawesi.com menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 wita, Minggu malam.

Saat kejadian, pengandara FU, Ruslan Pagatan yang mengalami luka disejumlah bagian tubuh saat itu juga langsung dirujuk ke RSUD Kabupaten Tojo Una - Una. Sementara Mega Aldinia Sangompow yang mengalami luka di tangan dan terkena benturan dibagian kepala kini tengah menjalani rawat jalan dirumahnya sendiri.

Sedangkan Nanda Matalang korban meninggal dilaporkan menghembuskan nafas saat perjalanan menuju BRSUD Luwuk Banggai. Nanda dimakamkan pada Senin 23 April 2018, setelah disemayamkan dirumah duka di Desa Koninis, Simpang Raya. (zk)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan