NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Nasional

Gerilya Penggalangan Dukungan Gatot di Pilpres 2019

Senin, 23 /04/ 2018 00:42:52 901 Pembaca  

Gatot Nurmantyo sendiri mengaku siap menjadi Presiden RI pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang. (Foto: Isitmewa)
Gatot Nurmantyo sendiri mengaku siap menjadi Presiden RI pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang. (Foto: Isitmewa)

Transsulawesi.com, Jakarta -- Kendati belum juga mendapat lampu hijau dari partai politik, upaya menjadikan Gatot Nurmantyo sebagai calon di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 terus dilakukan. Sejumlah relawan dan simpatisan bermunculan mendeklarasi dukungan Gatot capres 2019. Mereka optimis mantan Panglima TNI itu akan mendapat tiket maju bertarung untuk kursi RI-1

Simpatisan Pro Gatot Nurmantyo atau Progo mengaku aksi pengalangan dukungan Gatot untuk capres 2019 sudah dilakukan di 34 propinsi. Pimpinan Progo Nugroho Prasetyo mengatakan, pada jaringannya berdiri serentak di 34 provinsi dan 517 kabupaten/kota. Malah, dalam waktu 90 hari kedepan, sambung Nugroho, Progo akan berdiri di 75.000 desa/kelurahan di seluruh pelosok Tanah Air.

Gatot Nurmantyo sendiri mengaku siap menjadi Presiden RI pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

"Setelah pensiun, Saya memasuki ruangan Baru, seperti saya sampaikan bahwa Saya ingin mengabdi kepada istri anak, cucu yang selama ini saya fokuskan ke tugas," cetus dia di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Minggu 1 April 2018.

Menurutnya, dia yang telah 36 tahun mengabdi sebagai prajurit TNI, akan selalu bersiap untuk mengabdikan kembali jiwa raganya untuk bangsa dan negara Indonesia.

"Saya ini anak tentara kemudian berprofesi sebagai tentara, walaupun purna tugas, tapi jiwa pengabdian saya akan terus. Tak ada Kata surut apabila republik ini memanggil dan rakyat menghendaki maka saya siap mengabdi dan saya akan mendarma bhaktikan hidup saya dengan sungguh-sungguh, tentunya dengan semangat pantang menyerah dengan prinsip-prinsip yang terbaik," bilang dia.

Pernyataan itu, ditegaskannya setelah predikat sebagai warga sipil yang memiliki hak untuk dipilih dan memilih pada kontestasi Pemilihan Umum 2019 besok.

"Saya katakan sekarang ini saya sipil, memiliki hak sama, hak dipilih dan memilih, sekali lagi kalau republik ini memanggil dan rakyat menghendaki saya jadi presiden saya siap jadi Presiden. karena itu adalah tugas yang harus saya pertanggungjawabkan. Dharma bhakti yang luar biasa sampai akhir hayat saya," katanya.

Meski diakui dirinya yang baru purna tugas itu, belum melakukan komunikasi sama sekali ke suatu partai politik manapun.

"Belum ada merapat ke parpol dan belum ada yang meminang, tetapi saya siap jadi presiden. ingat yang menentukan calon presiden 2019 bukan siapa-siapa, tetapi Allah SWT. Maka kun fayakun Maka terjadi. Siapapun pasti ingin jadi presiden, mimpi harus tinggi," ujar Gatot Nurmantyo.

(Irf)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan