NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

2 Korban Ambruknya Overpass di Jalan Tol Manado-Bitung Meninggal

Rabu, 18 /04/ 2018 21:15:05 1876 Pembaca  

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban ketiga. Tampak tim sedang mengevakuasi korban. Foto/Istimewa
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban ketiga. Tampak tim sedang mengevakuasi korban. Foto/Istimewa

Transsulawesi.com, MINAHASA UTARA -- Selesai sudah proses evakuasi terhadap satu korban terakhir atas nama Dadi asal Bandung yang berhasil dievakuasi tepat pukul 02.30 Wita, Rabu (18/4/2018). 

Korban terakhir ini berhasil dievakuasi setelah sebelumnya korban kedua atas nama Sugeng Pranoto asal Blitar Jawa Timur, dievakuasi oleh Tim SAR Manado dibantu aparat TNI dan Polri, serta pekerja dari PT Wika sendiri sekira pukul 23.30 Wita, Selasa (17/4/2018).

Proses evakuasi yang berlangsung sekira 12 jam lebih itu, akhirnya dihentikan setelah dua korban ambruknya jembatan penghubung (overpass) di ruas jalan tol Manado-Bitung, di Desa Tumaluntung, berhasil dievakuasi meski kedua nyawa korban tak terselamatkan.

“Tepat pukul 02.30 Wita korban ketiga berhasil dievakuasi dan dalam kondisi sudah meninggal,” kata Kepala Kantor SAR Manado Mochamad Arifin. 

Menurutnya, proses evakuasi agak lama disebabkan karena akses untuk masuk sulit dan kondisi korban terjepit pada scaffolding. “Jadi harus memotong kayu juga memotong scaffolding, besi-besi sedikit demi sedikit sehingga tidak ada reruntuhan yang terjadi,” ujarnya. Kata dia, karena ketiga korban yang dilaporkan sudah ditemukan maka proses evakuasi ditutup. 

Sebelumnya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menyatakan sejak Senin (16/4/2018) pukul 22.00 Wita telah dilaksanakan pembangunan overpass (2 slab) di Desa Tumaluntung, Minahasa Utara (STA 13+600) dengan spesifikasi panjang bentang 36 meter dan lebar 10 meter sebagai penghubung atau akses Jl Tumaluntung yang kemudian akan diikuti dengan pekerjaan konstruksi underpass Jalan Tol Manado Bitung. 

Pada Selasa (17/4/2018) pukul 13.58 Wita, pekerjaan pengecoran insitu pada salah satu slab, tiba-tiba runtuh. Di mana salah satu slab dengan spesifikasi dan metode kerja yang sama telah berhasil dibangun. 

“Dengan demikian dapat kami sampaikan klarifikasi bahwa konstruksi yang runtuh adalah overpass akses Jl. Tumaluntung yang melintas di atas lokasi rencana Jalan Tol Manado - Bitung (underpass). Bukan konstruksi Jalan Tol Manado Bitung (belum terbangun),” ujar Sekretaris Perusahaan, Puspita Anggraeni. 

Kata dia, WIKA bersama Basarnas, Brimob dan Kodim setempat bekerja sama dalam penanganan evakuasi 21 korban yang bekerja di lokasi. Lima pekerja telah mendapatkan perawatan dan sudah diizinkan untuk kembali pulang, adapun 14 orang mendapat perawatan inap untuk memastikan kesehatan yang bersangkutan.

(MI)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan