NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

NEWS MAKER

Anggota DPR RI Minta Warga Tanjung Tidak Salahkan Pemda Terkait Eksekusi

Selasa, 10 /04/ 2018 12:17:17 6102 Pembaca  

Politisi Gerindra Supratman Andi Atgas berhasil menjadi anggota DPR RI 2014-2019 setelah memperoleh 61.500 suara untuk daerah pemilihan Sulawesi Tengah.
Politisi Gerindra Supratman Andi Atgas berhasil menjadi anggota DPR RI 2014-2019 setelah memperoleh 61.500 suara untuk daerah pemilihan Sulawesi Tengah.

Transsulawesi.com, Luwuk – Anggota DPR RI, Supratman Andi Atgas mengimbau warga Tanjungsari, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah untuk bersatu dan tidak saling menyalahkan dalam upaya mencari jalan keluar, dalam kaitan kasus eksekusi di Tanjungsari.

“Jadi saya harap satu hal, jangan menimbulkan perpecahan antara masyarakat dan pemerintah daerah, kata Andi Atgas, Senin 9 April 2018.

Jika itu terjadi kata dia, maka tidak menutup kemungkinan bisa menjadi faktor penghambat bagi Komisi III dalam upaya penyelesaian masalah. ”Nanti kalau itu yang terjadi, maka kita tidak akan bisa memberikan bantuan maksimal kepada bapak bapak ibu sekalian”.

“Jadi saya pingin kepada teman teman, pokoknya bersatu. Tidak boleh saling menjatuhkan baik itu pemerintah daerah, masyarakat dan lain lain,” tandas pria kelahiran Tajuncu, 28 September 1969 itu.

“Ndak usah saling menyalahkan. Pemerintah daerah luar biasa perhatiannya, orang pertama yang datang menemui saya sebelum eksekusi adalah pemda” tegasnya.

Adapun mengenai tujuan dari kedatangan Komisi III dilokasi penggusuran, kata Andi, merupakan bagian verivikasi langsung fakta yang terjadi, apakah benar proses pelaksanaan eksekusi sudah sesuai hukum atau tidak. “Yang kedua apakah putusan pengadilan itu sudah layak untuk dilakukan eksekusi,” terangnya.

Dihadapan warga, Andi meminta maaf, karena baru dapat melakukan kunjungan ke lokasi, sebelumnya rencana tersebut dilakukan jauh lebih awal. “Tadinya kita rencanakan lebih awal, pikirnya penundaan eksekusi bisa dilakukan dan ternyata sudah terjadi,” pungkas politisi Gerindra ini.

Sementara itu kondisi warga yang terkena dampak dari eksekusi, saat ini bertahan di pelataran pelabuhan rakyat dengan membangun tenda tenda darurat.

Menurut salah satu aktivis pendamping warga Tanjung, Kiki Amstrong, jumlah kepala keluarga yang tinggal ditenda tenda darurat sudah mencapai 154 kepala keluarga. “Kebanyakan mereka bertahan ditenda darurat karena sudah tidak memiliki apa apa lagi,” kata Kiki.(syf/ab)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan