NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

News Maker

Yuten Tegaskan Pol-PP Clear dari Lokasi Eksekusi Tahap II Tanjung

Kamis, 05 /04/ 2018 22:22:52 9431 Pembaca  

Ilustrasi Sat Pol PP Banggai. FOTO: irfan/transsulawesi.com
Ilustrasi Sat Pol PP Banggai. FOTO: irfan/transsulawesi.com

Transsulawesi.com, Luwuk -- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemerintah Daerah Banggai, Yuten Koleba menepis rumor adanya dukungan Pemerintah Daerah Banggai dalam eksekusi pengosongan lahan tahap dua di kawasan Tanjungsari, Kelurahan Karaton Luwuk. Hal itu ditegaskan Yuten dengan membuktikan bahwa tidak ada satu pun anggotanya berada di Tanjung saat eksekusi berlangsung.

Padahal menurut dia, sebelum eksekusi lanjutan pada Senin, 19 Maret 2018 lalu, pihak pengadilan sempat meminta personil Pol-PP dan unit pemadam kebakaran (Damkar). Namun itu dikatakan Yuten, tidak bisa, karena selain beresiko tapi juga karena tidak mendapat izin dari Bupati Banggai Ir Herwin Yatim.

“Jadi pemda tidak mendukung ya, walau sebelumnya saya diminta oleh pengadilan untuk menerjunkan satuan Pol-PP juga mobil pemadam kelokasi penggusuran,” kata Yuten kepada transsulawesi.com, melalui sambungan telepon, Kamis 5 April 2018.

“Apalagi tidak izin dari pak Bupati, jadi kita sama sekali tidak terlibat dalam eksekusi tahap dua itu,” tekannya.

Namun jika sebelumnya dieksekusi tahap satu ada kehadiran Pol-PP, kata Yuten, itu semata mata karena ada aset pemerintah daerah yang harus dijaga. “Jadi kami selaku penegak perda (peraturan daerah) tidak bisa dilibatkan dalam eksekusi (tahap-II), karena tidak ada hubungannya dengan aset pemda,” ungkapnya.

Memang diketauhi hingga melewati sesi eksekusi ditahap dua, sejumlah aset pemerintah daerah tidak tergusur seperti halnya rumah warga yang rata dengan tanah. Itu karena mendapat penangguhan dari pengadilan, yakni seperti bangunan Kantor Kelurahan Karaton, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, juga Gudang Dolog. (en)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan