NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Metro Sulawesi

Pertumbuhan Penduduk Sulteng Capai 1,94 Persen

Selasa, 03 /04/ 2018 11:52:10 3337 Pembaca  

Asisten, Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ir. Moh. Faisal Mang, MM pada acara Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Sulawesi Tengah, bertempat di Hotel The Sya Palu, Kamis, 29 Maret 2018.
Asisten, Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ir. Moh. Faisal Mang, MM pada acara Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Sulawesi Tengah, bertempat di Hotel The Sya Palu, Kamis, 29 Maret 2018.

Transsulawesi.com, Palu -- Pada tahun 2015 Penduduk Sulawesi Tengah mencapai 2.876.700 (data BPS 2015), yang berarti bertambah sebanyak 41.691 dari tahun 2010, yaitu 2.635.009, ini menunjukkan bahwa selama 5 (lima) tahun, laju pertumbuhan penduduk di Sulawesi Tengah sebesar 1,94%, yang lebih besar dari nasional 1,49%.

SDM yang ada di Sulawesi Tengah saat ini, masih membutuhkan peningkatan dan kerja keras dari semua elemen dan stakeholder, dalam upaya meningkatkan SDM kita, karena kualitas SDM dilihat melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang diukur melalui harapan hidup, lamanya bersekolah, serta daya beli masyarakat, dan jika melihat IPM tersebut, Sulawesi Tengah masih menduduki peringkat rendah dari beberapa provinsi di Indonesia.

Dari kondisi seperti itu, telah menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, bukan hanya pemerintah provinsi semata, tetapi juga dari semua pemerintah daerah kabupaten dan kota, yang secara bersama-sama dan bersinergis untuk terus berupaya meningkatkan IPM.

“Karena itu, saya minta kepada OPD yang terkait dengan IPM, teristimewa dalam bidang kesehatan dan pendidikan serta bidang lainnya untuk terus mengenjot indikator-indikator yang terkait dengan pencapaian IPM, untuk secara bersama melihat penyebab atau permasalahan, untuk bersama-sama kita mencari jalan keluarnya penyelesaiannya”

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten, Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ir. Moh. Faisal Mang, MM pada acara Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Sulawesi Tengah, bertempat di Hotel The Sya Palu, Kamis, 29 Maret 2018.

Menurut Gubernur, berdasarkan hasil pencapaian pengelolaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Di Sulawesi Tengah, menunjukkan hasil yang menggembirakan, dimana data sementara hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)2017, menunjukkan beberapa indikator demografidan KB yang dapat membuat kita lega.

Program dimaksudantara lain: pertama, angka kelahiran turun drastis dari 3,2 pada tahun 2012 menjadi 2,7 anak per wanita usia subur, ini berarti kita telah berhasil menurunkan kelahiran rata-rata 0.5 anak per wanita usia subur dalam kurun waktu lima tahun terakhir,suatu usaha yang patut kita apresiasi.Kedua, penggunaan kontrasepsi modern yang dilakukan secara terus menerus juga meningkat dari 52,5 % tahun 2012 menjadi 59,3% pada tahun 2017.

Di sisi lain, remaja yang sudah pernah melahirkan pada usia 15 sampai 19 tahun (asfr 15–19), mencapai 54 kelahiran per 1.000 wanita, maka saya berharap, hal ini kedepan kiranya dapat diturunkan melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi maupun melalui pertemuan di sekolah atau dalam masyarakat.

Disisi lain, masalah gizi ganda, telah menjadi issue nasional, yaitu kekurangan gizi seperti wasting (kurus) dan stunting (pendek) pada balita, anemia pada remaja dan ibu hamil, serta kelebihan gizi, termasuk obesitas, baik pada balita maupun orang dewasa, di Indonesia, sekitar 37% (hampir 9 juta) anak balita, mengalami stunting/anak kerdil (rikesdas 2013), dan indonesia adalah negara prevalensi stunting ke 5 (lima) terbesar di dunia.

(Mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan