NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

NEWS MAKER

Kapolres Banggai Dicopot, Terkait Pembubaran Zikir Ibu-ibu di Tanjung

Sabtu, 24 /03/ 2018 13:39:15 14197 Pembaca  

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (Foto:Detik)
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (Foto:Detik)

Transsulawesi.com, Jakarta -- Propam Polri tengah mengusut dugaan pelanggaran dalam pembubaran acara zikir yang dilakukan ibu-ibu di Banggai, Sulawesi Tengah. Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno dicopot.

"Hari ini saya mendapatkan informasi dari Asisten SDM, kapolresnya dicopot untuk pemeriksaan lebih lanjut dari Paminal, Propam," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Dilansir Detik.com, pencopotan itu dilakukan agar Heru bisa fokus menjalani pemeriksaan yang dilakukan Propam. Ada indikasi pelanggaran dalam pembubaran acara zikir tersebut.

"Dicopot dulu untuk dilakukan pemeriksaan oleh Propam. Ada indikasi pelanggaran. Tidak sesuai prosedur," ujar Setyo.

Setyo mengatakan, berkaitan dengan pembubaran acara zikir ini, Kapolda Sulteng juga sudah diperiksa Propam.

"Kapolda sudah diperiksa," ujar Setyo.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafruddin naik pitam setelah mendapatkan laporan berkaitan dengan pembubaran acara zikir. Dia menyesalkan langkah yang diambil anak buahnya dan Pemda Luwuk Banggai. Menurutnya proses eksekusi melampaui batas.

Dia sudah memerintahkan Div Propam Polri untuk menginvestigasi kasus ini. Syafruddin menyebut Karo Paminal Polri Brigjen Teddy Minahasa saat ini sudah berada di lokasi untuk menyelidiki kasus ini.

"Saya langsung perintahkan Propam karena ini beritanya sangat dahsyat, sangat nengiris hati umat Islam," ujar Syafruddin di Masjid Al-Azhar, Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat (23/3).

Syafruddin belum mendapatkan keterangan rinci apa yang sebenarnya terjadi. Namun demikian dia tidak membenarkan tindakan anggotanya dan pemda setempat.

"Tidak sesuai prosedur. Tidak boleh pengajian dibubarkan dengan gas air mata," katanya.

Bahkan dia tak segan-segan untuk memberikan hukuman tegas kepada Kapolres Banggai jika terbukti bersalah. Dia juga akan membawa kasus ini ke ranah hukum, termasuk menyeret Pemda Luwuk Banggai.

"Kalau itu betul-betul kejadian yang sebenarnya hasil investigasi daripada Propam, akan saya copot kapolresnya. Dan saya akan proses hukum termasuk demikian pula pemda yang melakukan kesewenang-wenangan terhadap masyarakat. Kita periksa semua, kapoldanya kita periksa," tuturnya.

(Mhr)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan