NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Hasil Penyidikan. Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Eksekusi Lahan Luwuk

Kamis, 22 /03/ 2018 03:22:19 3890 Pembaca  

Ilustrasi. (ThinkStock/Studio Serge Aubert)
Ilustrasi. (ThinkStock/Studio Serge Aubert)

Transsulawesi.com, Luwuk -- Dari hasil penyidikan polisi di Polres Banggai, 26 warga yang ditahan karena diduga melawan proses penggusuran lahan seluas 20 hektar di Tanjung Luwuk, Kabupaten Banggai, 5 orang telah ditetapkan tersangka.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Banggai Heru Pramukarno seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (20/3).

"Ada 26 orang yang ditangkap oleh polisi, lalu dari hasil penyidikan ditetapkan 5 tersangka," terang Heru. "Untuk nama-namanya belum akan kami rilis."

Heru menuturkan barang bukti yang ditemukan di TKP antara lain bom molotov, bom ikan, batu, bambu runcing, bola tenis yang diisi kawat dan minyak tanah.

"Kelima tersangka yang ditetapkan ini menggunakan bom molotov," ucap Heru.

Heru mengatakan kelima orang yang ditetapkan tersangka masih diamankan di Markas Polres Banggai, sementara sisanya dikembalikan ke lurah Tanjung Luwuk.

"Otomatis tersangka masih kami amankan di polres," ujar Heru.

Sebelumnya informasi yang dapatkan 6 orang menjalani pemeriksaan intensif karena diduga telah melanggar UU Darurat No. 12 tahun 1951. Dimana mereka  memiliki atau menguasai bahan peledak, dan salah satunya  terlibat dalam pembuatan bom molotov / botol.

Lainnnya lagi diduga melanggar pasal 192 KUHP karena memblokade jalan, dan pasal 160 KUHP atas tindakan provokasi.

Penggusuran lahan di Tanjung Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah berujung ricuh pada Senin (19/3). 

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hery Murwono kala itu mengatakan saat proses eksekusi berlangsung, pihak warga melakukan perlawanan dan mempersenjatai diri mereka dengan bom molotov dan bambu runcing.

Hery mengklaim telah mengimbau warga yang menolak eksekusi lahan untuk membubarkan diri di lokasi. Polisi juga telah memberikan kelonggaran waktu hingga selesai salat zuhur.

"Mediasi juga, tapi tidak dihiraukan, hingga akhirnya terjadi perlawanan dari pihak warga," kata Hery. (ab)
 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan