NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Polisi Periksa Intensif 6 Orang Terkait Kasus Eksekusi yang berkahir Ricuh di Tanjung

Rabu, 21 /03/ 2018 09:33:31 5969 Pembaca  

Puluhan bom botol ditemukan saat penyisiran di areal eksekusi di Tanjung, Kelurahan Karaton, Luwuk
Puluhan bom botol ditemukan saat penyisiran di areal eksekusi di Tanjung, Kelurahan Karaton, Luwuk

Transsulawesi.com, Luwuk -- Penyidik kepolisian memeriksa secara intensif pada enam orang warga terkait kasus eksekusi lahan yang berkakhir ricuh di Tanjungsari, Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Sementara dua puluh orang lainnnya dikenakan wajib lapor.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono, dalam rilisnya yang diterima transsulawesi.com mengatakan, penetapan tersangka dilakukan usai pemeriksaan intensif. Dalam pemeriksaan, penyidik menemukan adanya unsur pidana.

“Masyarakat yang diamankan saat pelaksanaan eksekusi kemarin, 20 orang dikembalikan dengan wajib lapor hari senin dan kamis, selama satu bulan,” kata Heri di Mapolda Sulteng, Jl. Samratulangi No. 78, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu 21 Maret 2018.

“Sementara enam orang lainnya menjalani pemeriksaan intensif,” tambahnya.

Dari enam orang tersebut, 3 orang diduga telah melanggar UU Darurat No. 12 tahun 1951. Dimana mereka  memiliki atau menguasai bahan peledak, dan salah satunya  terlibat dalam pembuatan bom molotov / botol.

Sedangka tiga lainnnya diduga melanggar pasal 192 KUHP karena memblokade jalan, dan salah satunya dikenakan pula pasal 160 KUHP atas tindakan provokasi.

Keenam mereka adalah:

1. ES, Nelayan, melanggar pasal 192 kuhp (blokade jalan )

2. AP, Dosen Unismuh Luwuk, melanggar Pasal 160 kuhp ( provokasi ) dan pasal 192 kuhp (blokade jalan).

3. FN , nelayan, melanggar UU Darurat no. 12 tahun 1951 (memiliki/menguasai bahan peledak)

4. LN , Nelayan, melanggar UU darurat no. 12 tahun 1951 (memiliki/menguasai bahan peledak)

5. LU, Nelayan. melanggar pasal 192 kuhp ( blokade jalan).

6. TN, Nelayan, melanggar UU darurat no. 12 tahun 1951 ( terlibat dalam pembuatan bom molotov / botol ).

Dilaporkan pula pantauan dari lokasi eksekusi hingga, Selasa 20 Maret 2018 kemarin, Panitera Pengadilan Negeri Luwuk yang memimpin pelaksanaan pengosongan lahan dilokasi eksekusi Tanjung, telah menurunkan dua alat berat, sekaligus memasang patok batas bersama ahli waris.

Setidaknya 47 bangunan sudah dirobohkan, sementara sebagian lainnya dibongkar sendiri oleh pemilik. Dua diantara bangunan yang ada adalah milik anggota TNI Sertu Marlan Lawae, dan anggota Polri Aiptu Dedi Popule turut dibongkar. (End)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan