NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Insiden di Tanjungsari, Empat Korban Jalani Perawatan di RSUD Luwuk

Senin, 19 /03/ 2018 18:31:36 6559 Pembaca  

Sejumlah petugas dari Brimob Polda Sulteng tampak disiagakan di jalan masuk Yos Sudarso dan Jalan RE Martadinata
Sejumlah petugas dari Brimob Polda Sulteng tampak disiagakan di jalan masuk Yos Sudarso dan Jalan RE Martadinata

Transsulawesi.com, Luwuk -- Aparat gabungan yang telah bersiaga sejak pagi tadi, akhirnya menghalau mundur massa setelah terlibat bentrok dengan aparat. Massa ini adalah Masyarakat Tanjungsari Kelurahan Karaton yang terkena dampak eksekusi, baik pada eksekusi sebelumnya maupun eksekusi lanjutan, Senin, 19 Maret 2018.

Sebelumnya, aparat kepolian sempat melakukan mediasi. Tapi warga setempat tetap memilih bertahan dilokasi eksekusi. Akhirnya aparat langsung mengurai kerumununan massa,  terpantau ratusan massa yang terkonsentrasi di jalan Yos Sudarso dipukul mundur sejauh 300 meter dari titik semula dengan menggunakan tembakan gas air mata.

Aparat juga mendesak massa dengan satu unit baracuda di barisan depan. Namun, karena masih ada yang nekat dengan tetap bertahan, melakukan aksi tidur di jalan. Sehingga upaya kedua yang dilakukan aparat melepaskan tembakan peluru karet.

Dan mengenai belasan orang yang mengalami cedera akibat terkena tembakan peluru karet maupun batu dari rekan warga lainnya, 4 diantaranya telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Luwuk.

Menurut  dr. Gunawan, Direktur RSU Luwuk, penanganan terhadap keempat korban sudah tertangani dengan baik, “Sudah empat orang dan sudah ditangani secara baik,” kata dia kepada transsulawesi.com, Senin 19 Maret 2018.

Adapun pembiayaan selama menjalani perawatan dan pengobatan, Gunawan menegaskan hal itu tidak dipunguti biaya, dan ia menyatakan pemerintah telah membebaskan biaya bagi korban insiden bentrokan di Tanjungsari.

“Bantuan dari pemerintah kami bebaskan untuk biaya pengobatan dan perawatannya,” ujarnya.

Diinformasikan pula untuk pantauan terakhir, puluhan warga Tanjungsari bersama anggota keluarga mereka, tampak mulai mengemasi barang barang dan mundur untuk mengungsi di salah satu bangunan mesjid di areal pelabuhan Pelni Luwuk.

Mereka memboyong anak dan istri serta membawa bekal secukupnya untuk menghindari bentrok susulan.

Sedangkan untuk aktifitas penyeberangan antar pulau di pelabuhan Feri Luwuk Banggai yang kebetulan melewati titik bentrok hingga tadi malam, Minggu, 18 Maret 2018, tetap berjalan normal.

“Tetap normal, malam tadi masih ada pelayanan ke Banggai laut,” kata Manager ASDP di Luwuk, Dadag Wijarnako, melalui aplikasi pesan singkat. 

Namun untuk hari ini, Senin 19 Maret 2018, kata Dadag aktifitas sementara terhenti, “untuk hari ini belum ada aktifitas, (untuk) rencana besok kita lihat lagi apakah masih ada pemblokiran jalan atau tidak,” terangnya.

(end)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan