NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Internasional

Ketegangan Meningkat. PM Inggris Usir 23 Diplomat Rusia dari Negaranya

Rabu, 14 /03/ 2018 20:48:57 3740 Pembaca  

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan langkah-langkah ekonomi dan diplomatik terhadap Rusia dalam menanggapi agen saraf mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia, di House of Commons di London, pada tanggal 14 Maret 2018, PA / AP
Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan langkah-langkah ekonomi dan diplomatik terhadap Rusia dalam menanggapi agen saraf mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia, di House of Commons di London, pada tanggal 14 Maret 2018, PA / AP

Transsulawsi.com, UK -- Inggris mengusir 23 diplomat Rusia menyusul percobaan pembunuhan terhadap terhadap bekas mata-mata Rusia yang ada di Inggris. Ini merupakan pengusiran terbesar sejak perang dingin antara kedua negara tersebut.

Dikutip transsulawesi.com, dari situs Time.com, Perdana Menteri Inggris, Theresa May memberikan pernyataan di Gedung Dewan Perwakilan pada Rabu (14/3), bahwa Rusia telah menyatakan "penghinaan" atas permintaan Inggris untuk mendapatkan penjelasan tentang percobaan pembunuhan mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya Yulia.

Dia mengatakan bahwa tindakan Rusia "merupakan penggunaan kekuatan yang tidak sah."

May menambahkan diplomat Rusia diberikan waktu sepekan untuk segera meninggalkan Inggris.

Dia juga mengumumkan memutuskan hubungan ekonomi dan diplomatik, termasuk keputusan membatalkan semua kontak bilateral tingkat tinggi dengan Rusia, serta meminta keluarga kerajaan tidak menghadiri Piala Dunia di Rusia nanti.

Diketauhi Rusia telah menolak tanggung jawab dalam serangan 4 Maret terhadap Skripals. (syf)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan