NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Wakil Bupati Banggai Terima Rombongan Kunker dari Daerah Berjuluk "Empat Pendekar"

Selasa, 13 /03/ 2018 17:56:59 4486 Pembaca  

 Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo, menerima kunjungan kerja, Syahril Hanifiah, Bupati Empat Lawang, Sumatera Selatan. FOTO: BY/transsulawesi.com
Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo, menerima kunjungan kerja, Syahril Hanifiah, Bupati Empat Lawang, Sumatera Selatan. FOTO: BY/transsulawesi.com

Transsulawesi.com, Luwuk -- Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo, menerima kunjungan kerja, Syahril Hanifiah, Bupati Empat Lawang, Sumatera Selatan. Syahril yang datang bersama rombongan di sambut dengan tarian khas daerah serta pagar ayu berpakaian adat.

Ini adalah kunjungan kali pertama oleh pemerintah daerah kabupaten diluar provinsi Sulawesi Tengah.

Informasi yang dihimpun transsulawesi.com, kunjungan kerja rombangan pemkab yang beribu kota di Tebing Tinggi itu, adalah untuk mengenali potensi di Kabupaten Banggai.

Saat diterima di diruangan (khusus tamu daerah) VIP Bandara, Wakil Bupati, Mustar Labolo memberikan banyak informasi terkait potensi dan perkembangan daerah Kabupaten Banggai. Mulai dari investasi migas, kesiapan Banggai menjadi salah satu produsen pupuk, hingga prestasi pertumbuhan ekonomi yang sudah mencapai 37,12 persen.

Dan hebatnya lagi, “bisa ekspor beras hingga ke luar daerah dan hasil laut lainnya,” ungkap Mustar.

Rencananya, kunjungan kerja Bupati Empat Lawang akan berlangsung selama tiga hari, termasuk agenda mengunjungi secara khusus lokasi wisata yang ada di Kabupaten Banggai.

“Luwuk mempunyai luas wilayah 9,700 kilometer, panjang garis pantai 613 Kilometer, yang berpenduduk sekitar 39,500 jiwa ,” ujarnya singkat memperkenalkan profil Kabupaten Banggai.

Empat Lawang “Empat Pendekar”

Sekedar diketauhi, Kabupaten Empat Lawang diresmikan pada 20 April 2007 setelah sebelumnya disetujui oleh DPR atas Rancangan Undang-Undangnya pada 8 Desember 2006 tentang pembentukan kabupaten Empat Lawang bersama 15 kabupaten/kota baru lainnya.

Kabupaten Empat Lawang merupakan pemekaran dari kabupaten Lahat. Dalam kesejarahan, Nama kabupaten ini, diangkat dari cerita rakyat berasal dari kata Empat Lawangan, yang dalam bahasa setempat berarti "Empat Pendekar (Pahlawan)". Hal tersebut karena pada zaman dahulu terdapat empat orang tokoh yang pernah memimpin daerah ini.

Pada masa penjajahan Hindia Belanda (sekitar 1870-1900), Tebing Tinggi memegang peran penting sebagai wilayah administratif (onderafdeeling) dan lalu lintas ekonomi karena letaknya yang strategis. Tebing Tinggi pernah diusulkan menjadi ibukota keresidenan saat Belanda berencana membentuk Keresidenan Sumatera Selatan (Zuid Sumatera) tahun 1870-an yang meliputi Lampung, Jambi dan Palembang. Tebing Tinggi dinilai strategis untuk menghalau ancaman pemberontakan daerah sekitarnya, seperti Pagar Alam, Pasemah dan daerah perbatasan dengan Bengkulu. Rencana itu batal karena Belanda hanya membentuk satu keresidenan, yaitu Sumatera.

Pada masa penjajahan Jepang (1942-1945), Onderafdeeling Tebing Tinggi berganti nama menjadi wilayah kewedanaan dan akhirnya pada masa kemerdekaan menjadi bagian dari wilayah sekaligus ibu kota bagi Kabupaten Empat Lawang. (BY)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan