NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Publika

Review Perizinan Perkebunan Sawit, WALHI: Cabut IUP PT. Wiramas Permai

Minggu, 11 /03/ 2018 11:15:22 3664 Pembaca  

Ilustrasi (Foto:spi.or.id)
Ilustrasi (Foto:spi.or.id)

Transsulawesi.com -- Koordinator Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kabupaten Banggai, Supriadi Lawani, mengatakan bahwa usulan Ketua DPRD Banggai Samsul Bahri Mang untuk menurunkan status kawasan hutan kurang tepat, menurutnya langkah yang seharusnya dilakukan adalah mencabut IUP PT. Wiramas Permai.

Supriadi yang dikenal dengan sapaan Budi, dalam kajiannya tentang review perizinan perkebunan sawit PT. Wiramas Permai, menjelaskan bahwa diketahui ada sekitar 8.773,38 Ha lahan saat ini dikuasai oleh PT. WMP. Namun ironisnya, tidak ada satupun kebun plasma didalamnya.

Menurut budi, masyarakat telah berkali-kali melakukan demontrasi menolak kehadiran PT.WMP karena telah merampas hak tanah masyarakat Kecamatan Bualemo.

“Ada 996 Ha yg mempunyai alas hak yang saat ini dirampas oleh PT.WMP, ini harus di kembalikan, saya kira ketua DPRD paham ini, karna kita sudah berkali-kali demo terkait ini, lagi pula kajian review perizinan telah kami serahkan kepada ketua DPRD beberapa waktu lalu” ujar Budi.

Budi juga menekankan bahwa lahan yang menjadi objek Reforma Agraria bukanlah pada kawasan hutan akan tetapi pada area HGU PT.WMP karena sejak awal telah berkonflik dengan masyarakat tentang penguasaan hak atas tanah.

“Terkait pernyataan bupati mengenai Reforma Agraria (TORA), sebaiknya lahan yang harus menjadi objek Reforma Agraria bukan wilayah hutan, tapi lokasi HGU milik PT.WMP, karena sejak awal kedatanganya perusahaan ini sudah sangat bermasalah”. Tambahnya.

BACA: Ketua DPRD Banggai Usul Penurunan Status Hutan Kawasan di Bualemo Menjadi APL

Menurutnya bukan menurunkan status hutan apalagi memasukan infestasi ekstraktif seperti pertambangan dan perkebunan di kecamatan bualemo, karena hanya akan memperparah konflik agraria ditempat itu.

(Mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan