NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Internasional

Erdogan: Sekarang pusat Afrin dikelilingi dan pintu masuk kita sudah dekat

Sabtu, 10 /03/ 2018 08:33:59 3256 Pembaca  

Serangan terhadap Afrin adalah bagian dari operasi yang dinamakan ‘Cabang Zaitun’ atau Operation Olive Branch, dengan target mengusir pejuang Kurdi di barat laut Suriah. [Khalil Ashawi/Reuters]
Serangan terhadap Afrin adalah bagian dari operasi yang dinamakan ‘Cabang Zaitun’ atau Operation Olive Branch, dengan target mengusir pejuang Kurdi di barat laut Suriah. [Khalil Ashawi/Reuters]

Transsulawesi.com, Suriah -- Informasi terbaru mengenai pergerakan pasukan bersenjata Turki dalam operasi militernya di Suriah yaitu pengepungan sebuah distrik yang dikuasai kelompok Kurdi tepatnya di Afrin, Suriah utara.

Itu dipertegas dengan pernytaan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam sebuah tayangan di televisi pada Jumat waktu setempat. Ia mengatakan bahwa tentara pembebsan Suriah yang didukung Turki tinggal berjarak berjarak 6 km dari pusat kota Afrin.

"Sekarang pusat Afrin dikelilingi dan pintu masuk kita sudah dekat," katanya.

"Kami menyingkirkan rintangan terakhir yang tersisa sebelum kami mengepung pusat kota Afrin."

Namun, juru bicara pasukan Kurdi People's Protection Unit (YPG) membantah klaim tersebut.

"Hari ini, ada juga bentrokan di sekitar Bulbul, di mana mereka mengumumkan sekitar 30 hari yang lalu bahwa mereka berhasil menangkapnya, mendudukinya." Kata jubir YPG seperti dikutip Aljazera.com

Diketauhi serangan terhadap Afrin adalah bagian dari operasi yang dinamakan ‘Cabang Zaitun’ atau Operation Olive Branch, dengan target mengusir pejuang Kurdi di barat laut Suriah.

Erdogan kembali menegaskan bahwa operasi Zaitun tidak akan berakhir sebelum ada perebutan Afrin. "Kami berada di Afrin hari ini, kami akan berada di Manbij besok. Keesokan harinya kami memastikan bahwa timur sungai Efrat akan dibersihkan dari teroris sampai ke perbatasan Irak," katanya.

Turki memulai operasi di Suriah utara pada 20 Januari 2018 yang berhadapan dengan kelompok YPG yang disokong AS di markas perbatasan Afrin di Suriah barat laut. Dan Turki menilai YPG adalah kelompok "teroris".

Turki memperkuat tudingannnya bahwa YPG memiliki hubungan dengan (PKK) Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang di Turki. Dimana PKK telah melancarkan perang bersenjata selama beberapa dekade melawan negara Turki yang telah membunuh puluhan ribu orang. Sehingga untuk beberapa kalinya Turki meminta AS untuk berhenti bekerja dengan YPG. (syf)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan