NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Metro Sulawesi

Jalan Trans-Sulawesi Putus, Kemacetan mencapai dua kilometer

Jum'at, 09 /03/ 2018 15:37:21 3818 Pembaca  

Jalan trans-Sulawesi putus total, tebing gunung dikeruk untuk dijadikan jalan alternatif.(KOMPAS.com/Junaedi)
Jalan trans-Sulawesi putus total, tebing gunung dikeruk untuk dijadikan jalan alternatif.(KOMPAS.com/Junaedi)

Transsulawesi.com, Polewali -- Jalur lintas barat atau jalinbar Sulawesi, tepatnya di Desa Palipi Soreang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang ambles sejak tiga pekan lalu akhirnya putus total.

Pergerakan tanah ambles yang terus merosot, terutama saat diguyur hujan deras, membuat seluruh jalur lintas provinsi di Majene tersebut terputus. Ribuan kendaraan dari dua arah pun tertahan di lokasi itu.

Kemacetan parah di jalur penghubung antar-provinsi di Sulawesi ini bahkan mencapai dua kilometer dari dua arah berlawanan, baik dari arah Makassar ke Mamuju maupun sebaliknya.

Untuk mengurai kemacetan panjang kendaraan, Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah 13 Makassar dan Dinas Pekerjaan Umum Majene terpaksa mengikis tebing gunung di salah satu sisi jalan agar kendaraan yang tertahan bisa melintas.

Rampung Petugas mengerahkan dua alat berat dan bekerja ekstra untuk mengikis tebing jalan agar bisa dilalui kendaraan. PPK 03 Majene BBPJN Makassar, Aksa, menyatakan, untuk menghubungkan jalur transportasi itu, kini petugas tengah mengikis tebing jalan agar kendaraan yang terjebak sejak pagi bisa melintas di lokasi jalan darurat. Namun, langkah ini bukan solusi yang baik. Sebab, tanah di sekitar lokasi terus bergerak dan mengikis badan jalan, terutama sata hujan deras terjadi.

“Jalan alternatif dibuat dengan mengikis lereng gunung agar kendaraan bisa melintas,” kata Aksa, Jumat (9/3/2018). Untuk menjaga para pengendara yang saling berebut kesempatan untuk melintas, polisi bersiaga di lokasi kejadian dan memberlakukan sistem buka tutup arus kendaraan selama proses pemadatan jalan darurat berlangsung.

Sementara itu, Bupati Majene Fahmi Massiara dan jajarannya yang memantau langsung kondisi jalan putus tersebut mendesak BBPJN Makassar untuk segera memperbaiki jalan ambles itu agar tidak mengganggu perekonomian masyarakat. “Kami berharap BBPJN Makassar bisa segera membenahi kondisi jalan yang rusak. Di lokasi ini sebetulnya hampir tiap tahun terjadi ambles,” ujar Fahmi.

Adapun PPK 03 Majene BBPJN 13 Makassar bersama petugas perencana dan pengawasan jalan nasional segera melakukan survei kondisi tanah. Rencananya, survei menggunakan geolistrik akan dilakukan pada Sabtu pagi. (rn)

Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul "Jalan Trans-Sulawesi Putus, Tebing Gunung Dikikis untuk Jalur 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan