NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Internasional

Turki Tak Mau Kompromi soal Yerusalem

Senin, 05 /03/ 2018 02:06:52 3884 Pembaca  

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memeriksa barisan pasukan Turki di pangkalan militer Tariq bin Ziyad, selatan Doha. [AP]
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memeriksa barisan pasukan Turki di pangkalan militer Tariq bin Ziyad, selatan Doha. [AP]

Transsulawesi.com, Yerusalem -- Turki akan tetap mempertahankan sikapnya, yakni menolak keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal itu dikatakan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Kamis, 1 Maret 2018.

Berbicara dalam acara jumpa pers dengan rekannya dari Mauritania, Mohamed Ould Abdel Aziz, di ibu kota Nouakchott, Erdogan mengatakan, "Kami tidak akan pernah kompromi atas sikap kami mengenai Yerusalem."

Dia menambahkan, Al-Quds (Yerusalem) adalah ibu kota Palestina yang siap dideklarasikan. "Al-Quds penting bagi umat Kristen di dunia sebagaimana juga untuk umat muslim," bunyi pernyataan kantor kepresidenan mengutip keterangan Erdogan.

"Keputusan Amerika Serikat merelokasi kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem tidak ada artinya buat kami," kata Erdogan sebagaimana dilaporkan Middle East Monitor, Jumat, 2 Maret 2018.

Selanjutnya, Erdogan meminta Amerika Serikat mengindahkan resolusi Majelis Umum PBB yang disetujui 128 negara.

Pada 6 Desember 2017, meski ditentang dunia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan tersebut menuai protes di seluruh dunia.

Erdogan tiba di Mauritania pada Rabu, 28 Februari 2018, untuk kunjungan keduanya di negara Afrika tersebut. Setelah Mauritania, Erdogan bertolak menuju Senegal dan Mali. Lawatan pertama ke Afrika berlangsung pada Desember 2017. Ketika itu Presiden Turki ini berkunjung ke Sudan, Chad, dan Tunisia.

Middle East Monitor | Tempo.co

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan