NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Atas Dasar Kemanusiaan, IDI Banggai Akhirnya Menarik Laporan Polisi Terhadap Abdullah Louis

Sabtu, 03 /03/ 2018 00:07:16 6552 Pembaca  

dr. Riza Nasution menyalami Abdullah Louis sesaat usai konfrensi pers yang bertempat disalah satu ruang dokter
dr. Riza Nasution menyalami Abdullah Louis sesaat usai konfrensi pers yang bertempat disalah satu ruang dokter

Transsulawesi.com, Luwuk -- Herbalis Abdullah Louis siang tadi, Jumat (2/3) hadir dalam konfrensi pers di salah satu ruangan dokter di RSUD Luwuk.  Maksud konfrensi masih sama dengan sebelumnya, yakni permohonan maaf kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Namun bedanya, kali ini dihadiri dr. Riza Nasution selaku Ketua Pengurus IDI Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

BACA: Dari Bangsal RSUD, Herbalis Louis sampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada IDI

dr. Riza yang duduk hampir berhadapan dengan Louis lebih dahulu memberikan pengantar perihal konfrensi pers tersebut. “ Yang saya hormati disini, ada pak Louis,  ada pengacaranya, ada keluarganya, teman teman wartawan ada pula dari komite medik, juga ada dr Haris juga yang selama ini merawat (Louis),” kata Riza mengawalinya.

Terkait permintaan pencabutan laporan atas Abdullah Louis seperti yang dimintakan Louis sendiri sebagai terlapor, Riza mengatakan pihaknya telah mengamini hal itu. “Intinya menarik laporan atas dasar kemanusiaan, karena kami juga melihat kondisi pak Louis yang sedang sakit,” kata Riza. Dan menurutnya keputusan itu diambil setelah dikordinasikan dengan Pengurus Besar (PB) IDI pusat.

Sehingga Ia pun berharap dengan ditariknya laporan polisi, maka bersangkutan tidak lagi mengulangi perbuatannya sebagaimana yang dimintakan pihak PB IDI. “PB IDI mempersilahkan meanarik laporan, asal pak Louis bisa membuat konfrensi pers dan dia mengakui kesalahannya dan berjanji tidak lagi mengulangi perbuatannnya” terang Riza.

Dilaporkan pula dalam konfrensi pers tersebut, dr. Riza  turut menghadirkan salah seorang perawat yang selama ini mendampingi balita berkelainan jantung (Nabia) pasca menjalani perawatan di salah satu RS di Jakarta. Nabia sendiri diketauhi merupakan salah satu pasien Abdullah Louis yang pernah mendapat penyembuhan dengan akupuntur, dan sempat menjalani pembedahan kecil (sayatan).

Dari beberapa rentan waktu kemudian, metode pengobatan Louis di viralkan lewat foto oleh sejumlah pengguna media sosial, sehingga akhirnya pria 38 tahun ini berurusan dengan pihak kepolisian. Dimana rembetannya, Organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Banggai melaporkan Abdullah Louis terkait pencatutan nama IDI dan penggunaan gelar kompetensi spesialis penyakit dalam.

Atas dasar itulah,  PB IDI pusat melalui pengurus IDI di Banggai melakukan penyidikan terhadap bersangkutan, yang kemudian berujung pada laporan polisi.

Sementara dikesempatan yang sama, Abdullah Louis menyampaikan permohonan maaf sedalam dalamnya kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Banggai.

“Bahwa dengan adanya permasalahan ini saya mohon maaf kepada Ikatan Dokter Indonesia selaku pelapor,” ungkap Louis. Dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan seperti yang telah dilaporkan IDI Banggai,” Baik saat ini ataupun diwaktu mendatang” tutur Louis diikuti ucapan syukur. (ab)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan