NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Fokus

Seminar Kebangsaan: Saat Perbedaan Jadi Kunci Persatuan

Kamis, 01 /03/ 2018 16:08:59 4471 Pembaca  

Foto bersama panitia seminar dan para narasumber, tampak Arif Rahman Makmur (Sekban KESBANGPOL Banggai), dan Irfan Bungaadjim, SH (Ketua DPD KNPI Kabupaten Banggai) yang juga turut menjadi pembicara,
Foto bersama panitia seminar dan para narasumber, tampak Arif Rahman Makmur (Sekban KESBANGPOL Banggai), dan Irfan Bungaadjim, SH (Ketua DPD KNPI Kabupaten Banggai) yang juga turut menjadi pembicara,

Transsulawesi.com, Luwuk -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banggai Drs. Zainal Abidin Alihamu, MA mengajak masyarakat Kabupaten Banggai untuk turut serta berperan aktif dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran isu radikalisme yang marak terjadi akhir-akhir ini. Hal itu diungkapkan Zainal dalam sebuah kesempatan ketika menjadi salah satu pembicara di seminar kebangsaan yang digelar di bilangan Jalan Urip Simoharjo Luwuk Banggai. 26 Februari 2018.

Ia menuturkan, bahwa peran tersebut tidak juga hanya pada lingkup masyarakat. Namun, harus ada keterlibatan penuh pemerintah. "Sehingga saya perlu mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai dalam membangun kesadaran moral Pancasila dan kebudayaan nasional dalam format saling menghormati dan saling menghargai eksistensi kebudayaan daerah dalam kerangka multikulturalisme,” tutur Zainal.

Selanjutnya untuk menopang itu, Ia berharap DPRD Kabupaten Banggai dapat mengatur sebuah regulasi tentang kebijakan otonomi daerah yang bisa mengatasi masalah-masalah multikulturalisme. "Ini sangat penting di Kabupaten Banggai," imbuhnya.

Dari data BPS tahun 2017, Kabupaten Banggai sendiri telah dihuni sekitar 354.402 jiwa, dan itu lahir dengan kemajemukan sebagaimana ciri khas republik ini. Maka hal itu pula dianggap sangat penting untuk menjaga kemajemukan dan pluralitas.

Dilaporkan seminar yang mengusung tema Membangun toleransi keberagaman dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Kabupaten Banggai” ini terselenggara atas inisiatif Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tompotika (Untika)Luwuk.

Dr. Isnanto Bidja, SH,MH WR I Untika yang juga sebagai pembicara, saat mengawali seminar juga menyampaikan apresiasinya atas kegiatan seminar tersebut. Menurut dia, dari tema yang ada, jelas merupakan kontribusi berharga bagi Negara Indonesia.

Dan Ia selaku birokrasi di Untika luwuk sangat mengapresiasi kegiatan seminar tersebut.  

"Diharapkan pemikiran-pemikiran dari para peserta seminar dapat memberikan kontribusi sekecil apapun untuk keberagaman bangsa indonesia umumnya dan khususnya di kabupaten banggai,” kata Isnanto.

Mengingat ada ragam pemeluk keyakinan yang berdomisili di Kabupaten Banggai, dari data BPS tahun 2015, mencatat penganut agama Islam 77,66% dari total penduduk sebesar 260.431 Jiwa. Kristen protestan sebanyak 13,39%, Katholik, 1,94%, Hindu 6,90 % Budha dan Konghucu 0,12%.

Dari dasar itulah, Isnanto mengingatkan pentingnya budaya saling hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama, demikian pula antara umat beragama dengan pemerintah. “Dengan maksud agar senantiasa dapat bersama sama bertanggung jawab membangun daerah serta saling bertenggang rasa dan toleransi,” pungkasnya.

Sementara itu, Sahrul Presiden Mahasiswa (PRESMA) BEM Untika melakukan ajakan yang sama, baginya perbedaan yang ada merupakan sumber pemersatu bangsa.

 “Mari kita bersama-sama membangun dan menjaga persatuan di antara perbedaan, karena sesungguhnya perbedaan itu adalah sumber kekuatan untuk tetap mempersatukan dan membesarkan bangsa ini terkhusus kita di Kabupaten Banggai,” kata Sahrul. (irf/an)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan