NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Ahli Waris Nekat Pasang Plakat Sebagai Klaim Lokasi Kantor Desa Petak Nuhon

Kamis, 01 /03/ 2018 05:47:59 3014 Pembaca  

Ahli waris pasang plakat peringatan atas lokasi yang telah puluhan terbangun aset pemerintah (kantor desa, balai desa dan Polindes) yang berada diporos trans sulawesi Desa Petak, Kecamatan Nuhon.
Ahli waris pasang plakat peringatan atas lokasi yang telah puluhan terbangun aset pemerintah (kantor desa, balai desa dan Polindes) yang berada diporos trans sulawesi Desa Petak, Kecamatan Nuhon.

Transsulawesi.com, NUHON – Sudah empat hari ahli waris Badui Atuka mengingatkan pemerintah desa atas klaim lahan yang kini telah terbangun sejumlah fasilitas umum. Sebagai bentuk protes Anton Akuba cucu dari Badui Atuka memasang plakat bertuliskan 'Tanah ini dalam pengawasan ahli waris (Badui Atuka)'.

Plakat tersebut terpasang disebuah tiang  tepat di halaman Kantor Desa Petak, Kecamatan Nuhon, Banggai, Sulawesi Tengah.

Menurut Anton lahan tempat berdirinya asset pemerintah baik itu kantor Desa Petak, balai pertemuan maupun Polindes merupakan lahan milik keluarga mereka dari sang kakek Alamarhum Badui Atuka. " Berdasarkan surat yang kami pegang, lahan itu milik kakek kami," tegasnya. Dan jika pihak pemerintah tidak mau mengakuinya, maka kata Anton sebaiknya pihak terkait bisa menunjukan serta menjelaskan cara perolehan bidang tanah tersebut.

"Apakah tanah itu dijual, dihibahkan, ataukah hanya dipinjamkan. Kami meminta penjelasan itu," ungkapnya sembari memperlihatkan dokumen tanah yang terbit 1951 serta selembar surat pertukaran tahun 1954.

“Saya berani karena memegang surat atas tanah itu,"  kata dia.

Terkait informasi bahwa lahan yang dimaksud pernah ditukarkan pada obyek lain, Anton mengatakan itu adalah sebuah kesalahan. Pasalnya, pertukaran yang terjadi di tahun 1954 adalah berkaitan hasil 'panjatan’ (memanen-red) buah kelapa.

"Pertukaran itu hanya masalah panjatan kelapa diatas tanah itu, dengan kelapa warga dikampung gontingan kala almarhum masih hidup," tutur Anton. Dan itu dibuktikan dengan surat yang ditandatangani kepala kampung (desa) semasa dijabat S. Laung serta para saksi.

Menanggapi klaim yang terjadi,  Pemerintah Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai beberapa kali melakukan pertemuan dengan ahli waris, dan meminta mereka agar membuka plakat dihalaman kantor desa tersebut.

Kepala Desa Petak, Samsul Labukang mengakui jika sebelumnya telah dilakukan dialog terhadap bersangkutan guna penyelesaian masalah melalui jalur kekeluargaan. Namun sayang, belum ada titik terang. “Kami berharap mereka dapat membantu pemerintahan desa dengan mendudukan persoalan lahan ini dengan baik," kata Samsul. Senin (27/2).

Selaku kepala desa yang baru dilantik akhir 2017 kemarin, Samsul juga mengakui jika dirinya sama sekali belum memegang dokumen atas status lahan yang hari ini dipermasalahkan ahli waris Akuba. “Sejak dilantik kades saya hanya menerima data inventarisasi aset desa, diluar dokumen tanah yang bermasalah ini," ujarnya.

Sementara itu unsur pemerintah kecamatan dan Kepolisin Sektor Nuhon berharap agar pihak penggugat melakukan upaya hukum secara perdata ke Pengadilan Negeri Luwuk. (Zk/syf)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan