NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

IDI Banggai Janji Cabut Laporan Seusai Konfrensi Pers Permohonan Maaf dari Herbalis

Selasa, 20 /02/ 2018 20:10:08 9581 Pembaca  

Terbaru: Abdullah Louis menggelar konfrensi pers terkait permohanan maaf secara terbuka terhadap IDI Indonesia di Banggai. (Jumat, 23/2/2018)
Terbaru: Abdullah Louis menggelar konfrensi pers terkait permohanan maaf secara terbuka terhadap IDI Indonesia di Banggai. (Jumat, 23/2/2018)

Transsulawesi.com, Luwuk – Ketua Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Banggai dr. Riza Nasution berjanji akan mencabut laporan apabila pihak yang dilaporkannnya Abdullah Louis telah meminta maaf secara terbuka melalui sebuah konfrensi pers.” Sikap IDI sudah jelas, lakukan konfrensi Pers maka IDI akan mencabut laporan,” kata Riza.

Seperti apa proses ataupun tempat yang dinginkan IDI , Riza enggan berkomentar hal itu secara detail. Pasalnya, kata dia Louis sebagai terlapor ada dalam pengawasan kepolisian (Resor Banggai).”Karena pak Louis ini kan masih dalam pengawasan kepolisian”. Selasa (20/2)

Sedangkan untuk menanggapi kondisi terkini Abdullah Louis yang sedang terbaring sakit tentunya hal itu menyulitkan bersangkutan untuk menggelar jumpa pers diluar ruangan RSUD Banggai dimana kini ia dirawat. Terkait itu dr Riza melalui pesan singkat whatsap mengatakan sangat memahaminya, namun ia tidak berani mengarahkan apalagi sampai menentukan tempat dimana konfrensi mesti dilakukan,”Saya gak mau (menentukan) nanti malah saya yang disalahkan,” ujar Riza.

Sementara itu dari pantauan transsulawesi.com, melalui akun FB pribadinya @Abdullah Louis, ia telah memposting permintaan maaf kepada khalayak ramai termasuk IDI maupun pihak penyidik.

Didahului salam Louis menuliskan siap melakukan permohonan maaf kepada Pihak IDI Indonesia, khususnya IDI di Kabupaten Banggai serta meminta kebijaksanaan dari IDI Kabupaten Banggai. “Saya hanya meminta dan memohon dengan sangat, kebijaksanaan dari Pihak IDI, khususnya dr. Riza selaku Ketua IDI Banggai agar kiranya bisa dan mau mencabut gugatannya,” tulisnya. Senin (19/2).

Mengenai permohonanan maafnya  kepada para penyidik yang sempat menangani kasus yang menjeratnya itu, Louis berpikir dengan statusnya sebagai terlapor di Mapolres Banggai anggapnya sudah merepotkan para anggota korps cokelat . Dan Ia berharap para pihak pelapor bisa memahami kondisi kesehatan yang terus memburuk, “Agar saya dapat segera mengobati penyakit yang bersarang di tubuh saya ini,” ungkapnya.

Sebelumnya transsulawesi.com Senin (19/2) sempat menemui pakar akupuntur ini di ruang perawatan, Louis mengeluhkan penyakit syaraf terjepit yang bersarang dibagian belakangnya itu sudah semakin parah, “ Ini sudah sangat terasa sakit, memang sebelum kasus ini saya dalam proses penyembuhan,” tutur Louis yang sedang terbaring di bangsal. “Untuk berdiri saya gak kuat lagi dan mesti pakai tongkat, cuma yang jadi masalah lagi sekarang kaki saya yang sebelah kanan sudah mati rasa,” keluhnya kepada transsulawesi.com.

Dikesempatan yang sama  dirinya menyampaikan permohonan maaf serta terima kasih yang mendalam bagi seluruh insan pers juga warga Luwuk yang selama ini telah memberikan banyak perhatian . “Saya hanya bisa berharap doa dari teman teman (warga) agar sekiranya segera pulih kembali, dan ucapan terima kasih saya bagi teman teman” tutupnya.

Pelaporan IDI

Diketauhi organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Banggai telah melaporkan Abdullah Louis dalam hal pencatutan nama IDI, serta dugaan penggunaan gelar kompetensi spesialis penyakit dalam.

Akibat itu kemudian Louis ditahan aparat kepolisian dari Polres Banggai pada Minggu (4/2/2018).

Ia sempat menjalani penahanan di Sel Mapolres beberapa hari sebelum akhirnya dibawah ke RSUD untuk menjalani perawatan akibat syaraf terjepit. (syf/irf)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan