NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Praktisi Hukum Prihatin Cara Penahanan Ahli Herbalis di Mapolres Banggai

Senin, 05 /02/ 2018 10:51:27 1553 Pembaca  

Riswanto Lasdin, SH,.MH
Riswanto Lasdin, SH,.MH

Transsulawesi.com, Luwuk - Praktisi Hukum Sulawesi Tengah, Riswanto Lasdin, SH,.MH menyesalkan penahanan yang dilakukan Kepolisian Resor Banggai terhadap AL (48) ahli pengobatan herbal yang beralamat di Jalan Bandeng Kelurahan Maahas, Luwuk. Nilainya penjemputan yang dilangsungkan dengan penahanan terhadap bersangkutan sudah mencederai tata cara penegakan hukum.

“Bila mana yang bersangkutan (AL) dilapor oleh para pihak yang merasa dirugikan, seharusnya diproses dulu sesuai KUHAP,” kata Riswan seusai menerima keterangan langsung dari herbalis tersebut. Senin (5/2/2018).

Dari keterangan yang dia peroleh, bersangkutan mengaku dijemput aparat pada Minggu (4/2/2018) malam dan langsung menjalani penahanan di Mapolres Banggai. “Sehingga jika benar demikian, saya menilai ada yang keliru dalam penanganan perkara tersebut”. Kata Riswan. Senin (5/2/2018).

Padahal, jika ada pihak yang merasa di rugikan lantas melaporkan AL ke Polisi, maka sudah seharusnya bersangkutan diproses sesuai KUHAP. “Seperti melayangkan surat pemanggilan terlebih dahulu sebagai terlapor yang selanjutnya dimintai keterangan (BAP) dalam rangkaian proses penyelidikan”.

“Setelah proses penyelidikan dianggap cukup, barulah penyidik melakukan gelar perkara, apakah perkara yang dilaporkan bisa dinaikan ketahap penyidikan atau tidak,” ujar Riswan. “Jangan main lompat aturan gitu dong”.

Akibat kejadian ini, ia selaku praktisi hukum yang juga merupakan ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sulteng,  Riswan mengaku sangat prihatin atas perkara yang dialami AL. “Mengingat penahanan tanpa surat panggilan terlebih dahulu, tentu sudah mengarah pada ketidakhormatan pada asas praduga tak bersalah dan bahkan pelanggaran HAM”.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketauhi pasti apakah AL dilapor ke polres terkait beredarnya kartu nama yang tertera logo ikatan dokter indonesia (IDI) atau proses penyembuhan yang dilakukannya terhadap balita berkelainan jantung baru baru ini. Namun dipastikan bersangkutan merupakan herbalis dan akupuntur. Dan mengenai kartu nama, belum jelas apakah kartu nama tersebut berasal dari pihak AL atau bukan. (syf)

BACA :Selamatkan Nyawa Warga Miskin, Herbalis dilaporkan IDI Banggai ke Kepolisian

 

Komentar

#HEADLINE

Uniknya Proses Penyelamatan Hiu Tutul di Sombori
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan