NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Pelanggaran HAM di Eksekusi Tanjung

Sabtu, 27 /01/ 2018 14:25:33 5883 Pembaca  

Abdul Salam, SH. MH dalam jumpa pers didampingi Bambang Djafar, SH dan Acther Slady, SH. Sabtu (20/1/2018) / Foto. Abay transsulawesi.com
Abdul Salam, SH. MH dalam jumpa pers didampingi Bambang Djafar, SH dan Acther Slady, SH. Sabtu (20/1/2018) / Foto. Abay transsulawesi.com

Transsulawesi.com, Luwuk – Tim Kuasa hukum ahli waris lahan Tanjung, meminta kepada seluruh warga yang masih menempati lahan milik klien mereka untuk segera keluar. Mereka menganggap proses eksekusi baik tahap satu dan selanjutnya dilangsungkan dengan sangat manusiawi.

“Bahwa klien kami selaku ahli waris (Almh) Ny. Berkah Al Bakkar tidak semena mena dalam melaksanakan eksekusi tersebut,” kata kuasa hukum ahli waris, Abdul Salam, SH,.MH, saat jumpa pers, Sabtu (20/1/2018). Menurutnya, sebelumnya sudah ada empat hektar tempat relokasi yang telah disiapkan ahli waris.

Kepekaan kliennnya terhadap warga tanjung yang terkena dampak dari eksekusi tersebut sudah lebih awal ditunjukan.”Klien kami telah memberikan relokasi atau sumbangan tanah yang dibeli oleh para ahli waris,” katanya.

BACA : Warga Tanjung di Areal Eksekusi Terancam Tanpa Penerangan juga Alas Hak

Sehingga tak patut jika menuding ada pelanggaran hak asasi manusia dalam eksekusi tersebut, karena selama ini kliennya sudah menunjukkan itikad baik meski putusan pengadilan telah berkekuatan hukum tetap. ”Ahli waris sebagai muslim yang taat agama, pastinya takut mengambil hak orang lain,” katanya.

Diketauhi eksekusi lahan tanjung, di Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk sudah masuk dalam kewenangan PN Luwuk pada penetapan Ketua PN Luwuk nomor: 02/Pen.Pdt G/1996/ PN Luwuk Tentang Pelaksanaan Eksekusi dengan dasar hukum yang telah tertuang dalam putusan MK dalam perkara nomor 2351 K/Pdt/1997.

Sementara  terkait lahan relokasi seluas empat hektar di Desa Bunga yang diadakan ahli waris, sebelumnya sempat ditempati puluhan kepala keluarga dengan membangun pondok pondok darurat. Namun, karena tidak memiliki akses air bersih maupun penerangan akhirnya sebagian dari mereka memilih balik kelokasi awal. (syf)

BACA : Relokasi Warga Tanjung Ala Kebun Jagung

 

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan