NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Tersengat Listrik Saat Singkirkan Pohon Tumbang di Poros Bulagi Selatan. Dua Tewas dan Empat Cedera

Senin, 22 /01/ 2018 17:41:12 6124 Pembaca  

Evakuasi korban luka yang masih bocah menggunakan ambulance. Foto/Istimewa
Evakuasi korban luka yang masih bocah menggunakan ambulance. Foto/Istimewa

Transsulawesi.com, Bulagi - Seorang pria dewasa dan seorang bocah berumur belasan tahun, tewas tersengat aliran listrik bertegangan tinggi saat menyingkirkan pokok pohon yang tumbang menimpa kabel jaringan listrik (PLN) di tengah jalan.

Peristiwa ini terjadi di ruas jalan Desa Alasan Nggolobuton, Kecamatan Bulagi Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan pada Minggu (21/1/2018) petang atau sekitar pukul 18.00 Wita. Selain menelan dua korban jiwa, dalam kejadian itu empat orang lainnya yang masih bocah dilaporkan mengalami luka bakar parah.

Awal tragedi bermula, saat dua dari mereka, yakni Phian dan Abd. Rahman meminta bantuan empat remaja yang kebetulan hendak melintas dijalan itu untuk membantu menyingkirkan induk pohon yang tumbang menghalang ditengah jalan.

Saat menyingkirkan pohon tersebut, tiba tiba saja dua korban langsung menggelapar dan lainnya terpental. Diduga kabel yang tertimpa pohon telah dialiri arus listrik. Diduga pihak PLN menyalakan lampu tanpa mengetahui aktifitas keenam korban tersebut.

Dua korban tewas adalah Abd Rahman Satali usia 29 Tahun asal Bone Puso, serta Stefanus usia 13 Tahun, asal Desa Alasan Nggolobuton, Kecamatan Bulagi Selatan.

Sementara empat korban lainnya masing masing Pian asal Desa Balalon, Ardian bocah 9 tahun asal Alasan Nggolobuton, Rasman Umur 13 Tahun dari Alasan Nggolobuton, dan Ello 11 Tahun, Desa Alasan Nggolobuton Kecamatan Bulagi Selatan.

Informasi terakhir yang diterima, dua korban meninggal dunia sudah berada dirumah duka untuk disemayamkan, sementara empat korban luka yang tengah menjalani perawatan medis di Puskesmas Bulagi akan dirujuk. Mengingat dokter yang bertugas di Puskesmas tersebut, tidak sedang berada ditempat. (sam/irf)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan